JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Pentingnya Kehadiran Humas Lembaga Pendidikan untuk Mendapatkan Cinta Masyarakat

“Membangun opini publik yang positif, Membangun Kerjasama dengan pubilk. Menjadi penggerak pencapaian program,” terangnya sambil,tersenyum.

Untuk mendukung program sekolah, Waka Humas Jatmiko menganalis Strenght, Weakness, Opportunity, dan Threat (SWOT). “Seorang humas bisa membaca dari analis SWOT, sehingga beritanya 7W+1H. Humas Muhammadiyah harus berkemajuan,” ujarnya.

Sementara itu, Anas Syahirul A mengatakan, lembaga  pendidikan  harus  berupaya untuk terus menciptakan citra sebaik mungkin di masyarakat (stake holder).

“Target utama humas itu apa sih? Kan membentuk persepsi positif dari sebuah lembaga atau personal. Namun untuk menuju ke persepsi positif itu kan tidak sederhana, butuh proses dan strategi yang dilakukan,” kata Anas seraya menceritakan sejumlah pola dan strategi bagi humas pendidikan untuk bisa meraih persepsi positif tersebut.

Baca Juga :  Puan Maharani Akan Resmikan Pasar Legi. Gibran Sebut Bangunan Pasar Masih Banyak Perbaikan

Jika persepsi positif dari masyarakat kepada lembaga termasuk lembaga pendidikan sudah terpenuhi, maka sudah menjadi menjadi modal penting untuk mengelola keberlangsungan lembaga. “Ibaratnya tinggal merawat cinta masyarakat atau stake holder,” ujar pria yang pernah mengelola kehumasan di perguruan swasta terkemuka ini.

Baca Juga :  UMKM di Taman Lansia Jebres Mendadak Kaget Usai Dagangannya Diborong Komunitas Binaan usAHA

Anas menambahkan, ada beragam sarana yang bisa dipakai oleh para pelaksana humas untuk menjalankan kegiatan kehumasan yakni media arus utama, media sosial, media luar ruang, cetakan, event off air dan lainnya.

Di sisi lain juga lebih detail memberikan tips-tips humas dalam menjalin kemitraan dengan media. Mulai dari kebutuhan media, tenggat waktu terbit atau tayang, bentuk siaran pers dan lainnya. (Satryo)

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua