JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah

Timbun 7 Ton Pupuk Bersubsidi, 2 Pria Lumajang Ini Dibekuk Polisi

Polisi saat menggerebek kios yang diduga menimbun pupuk bersubsidi di Desa Kebonan, Kecamatan Klakah, Lumajang / tribunnews

LUMAJANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Ulah dua pria warga Desa Kebonan, Kecamatan Klakah, Lumajang, yakni Jamalludin (43) dan sopirnya, Agus Suprayitno (44) terbilang menyengsarakan petani.

Ia telah menimbun  pupuk bersubsidi jenis ZA sebanyak 7 ton di kiosnya, lalu menjualnya ke petani dengan harga jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Namun, aksinya tersebut kini terhenti setelah jajaran Polres Lumajang menangkap keduanya dan menyita 7 ton pupuk beserta truk warna putih merah, M-8222-UA yang digunakan mengangkut pupuk tersebut.

Baca Juga :  Kasus Perkosaan Perempuan Difabel di Serang yang  Berakhir Damai Kembali Diperiksa Polisi

Jamalludin kedapatan menimbun pupuk bersubsidi, kemudian menjualnya ke petani di atas harga eceran yang ditetapkan pemerintah.

Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Fajar Bangkit Sutomo mengatakan saat ini  Jamalludin dan Agus Suprayitno masih dalam pemeriksaan.

“Sementara Agus dan Jamal masih kami periksa, jika terbukti ada pelanggaran, statusnya kami naikkan jadi tersangka,” kata AKP Fajar, Sabtu (13/11/2021).

Baca Juga :  Innalillahi, Anggota TNI Muda Tewas Dikeroyok Sekelompok Misterius Bawa Senjata Tajam di Penjaringan Jakut

Pengungkapan kasus jual beli pupuk yang ditengarai kental dengan pelanggaran itu terungkap berkat adanya laporan masyarakat.

Hasilnya, ditemukan fakta mengejutkan di kios milik Jamalludin.

Ada banyak tumpukan stok pupuk bersubsidi dengan jenis urea dan phonska. Ribuan stok pupuk itu diketahui dikirim oleh Agus.

Dia mendatangkan pupuk tersebut dari Madura.

www.tribunnews.com

Bagi Halaman