JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

27.953 Siswa SD di Sragen Dibidik 3 Imunisasi Serentak Mulai Hari Ini. Bahaya Penyakit Campak, Tetanus dan Difteri Ternyata Bisa Sebabkan Kelumpuhan Hingga Kematian!

Sementara imunisasi TD direkomendasikan untuk diberikan ulang pada anak sekolah kelas 2 dan 5 SD.

Imunisasi tetanus yang didapatkan ketika berusia 18-24 bulan hanya akan memberikan perlindungan hingga sampai anak berusia 6 – 7 tahun saja atau saat ia duduk di bangku kelas 2 SD.

“Pemberian ulang imunisasi tetanus ini akan memperpanjang kekebalan tubuh anak hingga 10 tahun ke depan. Ketika diberikan kembali setahun berikutnya, yaitu saat anak duduk di kelas 5 SD, kekebalannya akan bertambah lama hingga 20 tahun kemudian,” jelas Hargiyanto.

Bahaya Penyakit Tetanus

Dijelaskannya, penyakit Tetanus merupakan hal yang serius karena disebabkan oleh infeksi bakteri Clostridium Tetani.

Baca Juga :  Berikut Penampilan 30 Bonsai Terbaik (Part 2) yang Meraih Bendera Baik Sekali di Kontes Bonsai Piala Bupati Sragen 2022!

Bakteri ini banyak terdapat di tanah, lumpur dan kotoran hewan atau manusia. Bakteri penyebab tetanus dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka atau area terbuka pada kulit, misalnya akibat luka tusukan benda tajam yang kotor.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat meninjau pelaksanaan imunisasi BIAS di SDN Sragen, Selasa (30/11/2021). Foto/Wardoyo

Kuman tetanus akan mengeluarkan racun yang dapat merusak saraf tubuh, sehingga menyebabkan kekakuan dan kelumpuhan otot atau bahkan kematian.

“Pemerintah sangat berharap jika imunisasi BIAS ini dilakukan secara rutin. Mengingat banyaknya virus sekarang ini yang seringkali menyerang anak-anak usia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun,” imbuhnya.

Instansi pendidikan setara SD dinilai menjadi tempat yang rentan penyebaran virus ini. Namun, sekolah juga menjadi tempat paling strategis dalam mencegah penyebaran virus-virus ini.

Baca Juga :  Sambil Wedangan, 2 Mantan Napi Teroris di Sukoharjo Ikut Disuntik Vaksinasi Booster

Untuk strategi pemberian imunisasi untuk anak sekolah mempertimbangkan situasi epidemiologi Covid-19. Alternatif pertama untuk BIAS bisa dilaksanakan di sekolah, Puskesmas dan Puskesmas Keliling.

Namun melihat situasi dan kondisi di Sragen, imunisasi BIAS bisa dilaksanakan di sekolah.

Ia menggaransi seluruh kegiatan pelayanan imunisasi bagi anak sekolah harus memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 baik bagi petugas maupun sasaran imunisasi. Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua