JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Angka Kemiskinan Masih Tinggi, Wakil Gubernur Langsung Terjun ke Sragen. Ini yang Dilakukan Bareng Bupati!

“Alhamdulillah, program ini bisa memberikan tambahan ketrampilan dan peningkatan pendapatan di masa pandemi Covid-19 yang semoga akan segera berakhir. Mulai sekarang kita harus bangkit dari keterpurukan ekonomi saya optimis hanya perempuan-perempuan tangguh lah yang dapat membangkitkan ekonomi untuk giat kembali,” urainya.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Jateng, Taj Yasin Maimoen mengatakan adanya pelatihan ekonomi ini membantu kami di Pemprov Jawa Tengah, khususnya dalam pengentasan kemiskinan.

Wagub Jateng, Taj Yasin berharap, ketika Pemerintah berupaya mengentaskan kemiskinan, masyarakat diharapkan juga ikut bergerak memberdayakan diri. Antara lain dengan mengembangkan potensi-potensi yang ada, seperti mengelola budidaya ikan air tawar menjadi olahan makanan, abon atau dendeng.

Baca Juga :  4.000 Pelajar Kunjungi Sragen University Expo 2022. Bantu Hadiah, Ketua DPRD Dukung Digelar Tiap Tahun!

“Masyarakat tak lagi berharap bantuan ketika Pemerintah mengentas kemiskinan. Memberantas kemiskinan juga dapat dilakukan dengan memperdayakan diri dan potensi yang ada. Tolong yang sudah mengikuti pelatihan ini belum punya izin dagang atau jual maka bisa dibantu untuk izinnya,” ujar Wagub.

Untuk itu Wagub Taj Yasin meminta Kepala Desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), masyarakat bisa bekerjasama dengan BUMDes untuk mengembangkan berbagai potensi yang ada.

“Bisa menyelenggarakan pelatihan-pelatihan ekonomi dengan menggandeng Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sragen atau Dinas Koperasi Provinsi Jateng, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB),” jelasnya.

Sementara, Ketua Umum BKOW Jateng, Nawal Arafah Yasin menambahkan, pelatihan pengolahan kunyit bagi warga Desa Ketro ini diikuti 30 perempuan yang terbagi menjadi tiga kelompok.

Baca Juga :  Hapus Stigma Negatif, Kompleks Prostitusi Mbah Gajah Sragen Bakal Dirombak Jadi Pasar Rakyat. Bupati Kaget Lihat Reaksi Nenek Ini

Satu kelompok terdiri dari 10 orang. Mereka mendapat berbagai pelatihan dari 2 narasumber Provinsi Jawa Tengah.

“Di Desa Ketro ini ikan melimpah dan harganya terjangkau, maka untuk menaikkan harga bisa dibuat abon. Dan menjadi salah satu inovasi olahan ikan air tawar,” tandasnya.

Sebelumnya, sepekan lalu Bupati Sragen sempat mengaku tak habis pikir dengan angka kemiskinan di Sragen yang masih tinggi.

Bahkan ia mengatakan Gubernur Jateng menyebut kemiskinan di Sragen masih parah dan menjadi salah satu daerah paling miskin di Soloraya. Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua