JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Banjir Gemantar dan Kaliancar Selogiri Wonogiri, Pemkab Sarankan Barongan Diganti Vetiver

Penyebab banjir
Carang atau barongan bambu menyumbat jembatan di Selogiri Wonogiri. Foto : relawan

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Timbunan bangkai bambu atau oleh warga sekitar disebut barongan alias carang dan sampah sempat menyangkut di jembatan perbatasan antara Desa Gemantar dan Kelurahan Kaliancar Kecamatan Selogiri, Wonogiri beberapa hari belakangan.

Sumbatan carang juga mengakibatkan Sungai Krisak di daerah itu sempat tersumbat. Jika dirunut ke belakang, sumbatan itu bisa memicu terjadinya banjir Kaliancar maupun banjir Gemantar.

Kadus Kenangan Desa Gemantar Wardoyo mengatakan tumpukan rumpun bambu menyangkut di jembatan sejak Selasa (16/11) lalu. Warga pun sempat membersihkannya namun setiap hujan tumpukan semakin banyak.

Baca Juga :  Lapas Wonogiri Gagalkan Penyelundupan Sabu, Dimasukkan dalam Plastik Bersama Sate Lontong

“Akhirnya minta bantuan BPBD untuk membersihkan itu,” kata dia, Jumat (19/11/2021).

Menurut Kadus, penumpukan sampah dan bangkai bambu terjadi setiap tahun. Bahkan itu juga mengakibatkan banjir yang mencapai ketinggian hingga setengah meter di pemukiman warga.

Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Bambang Haryanto mengatakan tumpukan sampah berasal dari daerah hulu. Rumpun bambu yang tumbang kemudian hanyut ke sungai dan menyangkut jembatan.

“Memang harus ditangani dengan pemulihan fungsi sungai. Rabu (17/11) lalu air sempat meluber menggenangi pemukiman warga,” beber dia.

Dia berharap ada kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai. Selain itu juga membersihkan tepian sungai dari rumpun bambu yang berakar serabut namun pendek. Jika bambu tumbuh ke arah sungai bisa tergerus dan hanyut sehingga menimbulkan penyumbatan.

Baca Juga :  Penyelundupan Sabu Bersama Sate Lontong, Dikirim Pria Misterius Dinihari di Lapas Wonogiri

“Sebaiknya diganti rumput vetiver, akarnya panjang dan lebih kuat,” kata Bambang.

Untuk sementara ini, aliran air yang tersumbat sudah tertangani berkat gotong royong antara masyarakat dan sejumlah relawan yang membersihkan sungai. Selanjutnya bakal ada alat berat yang diterjunkan karena material penyumbat tak memungkinkan diangkat secara manual. Aris

Bagi Halaman