JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Berkomplot Saat Pengadaan Buldoser, Pejabat DLH dan Marketing Ditetapkan Tersangka Korupsi. Astaga Rp 1,4 Miliar Masuk Kantong

Total seluruh pembiayaannya Rp 8,4 miliar dengan harga per unitnya Rp 2,8 miliar.

Selanjutnya, penyidik juga menemukan adanya dugaan mark up atau penggelembungan anggaran. Saat dilakukan pemeriksaan, terdapat kerugian negara sebesar Rp 1,4 miliar.

Dari kasus ini diduga ada persekongkolan saat pengadaan tender cepat alat berat. Keuntungan penyedia tidak dihitung sebagai kerugian negara.

Baca Juga :  Duh Gusti, 2 Geng Siswa Kejar Paket B Saling Tawuran, 2 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Tersangka SP juga turut berperan dalam proses perencanaan proyek ini. Dirinya ikut menentukan spesifikasi buldoser, penetapan harga, dan menyeleksi pihak mana saja yang diperbolehkan ikut tender cepat.

Diketahui, DAS dan SP bersekongkol melakukan penggandaan biaya keuntungan serta pajak.

Padahal dua komponen tersebut sudah dimuat pada penetapan harga perkiraan sementara. Kerugian negara yang ditimbulkan dari kasus ini sebesar Rp1.463.022.000.

Baca Juga :  Siap-Siap Panas Dingin, KPK Mulai Gerak Tindaklanjuti Laporan Dugaan Korupsi yang Menyeret Gibran dan Kaesang

Atas perbuatannya, kedua tersangka bakal dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua