JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Digulung Air Bah Sungai Samin, Satu Dari Enam Pelajar Asal Mojolaban Hanyut

Tim SAR Karanganyar dalam upaya pencarian terhadap para korban yang hanyut di Sungai Samin / Foto: Istimewa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Satu dari enam pelajar asal Desa Plumbon dan Desa Dukuh, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo yang asyik Mancing di Sungai Gembong, Karanganyar hanyut menghilang belum ditemukan. Hingga berita ini diturunkan masih dilakukan pencarian.

Informasi yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM menyebutkan, keenam pelajar itu mengisi hari libur denga memancing di Sungai Gembong, Desa Bolong, Karanganyar Kota, Minggu (7/11/2021).

Keenamya datang disungai sekitar pukul 10.00 WIB dengan berboncengan tiga sepeda motor.

Selanjutnya keenam pelajar masuk ketengah sungai guna mencari posisi spot yang nyaman. Pada saat itu air sungai tergolong dangkal.

Baca Juga :  Bumi Perkemahan Delingan, Karanganyar Akan Disulap Jadi Training Camp Untuk Atlet Difabel. Menpora Optimis Tahun Ini Realisasi

Namun selang dua jam di Tawangmangu atau daerah hulu sungai Samin itu terjadi hujan sehingga debit air meningkat.

Dan tak lama berselang tepatnya pukul 13.00 WIB saat keenam pelajar sedang asyik mancing datang air bah besar dari hulu sungai sehingga menggulung keenam pelajar tersebut.

Sejurus kemudian kelima orang berhasil selamat namun satu orang yakni H (17) warga Bulak Rt02/08 Desa Dukuh, Mojolaban, Sukoharjo hanyut.

Hingga Minggu (7/11) pukul 18.00 WIB tim gabungan relawan  dan SAR, BPBD Karanganyar masih melakukan pencarian.

Baca Juga :  Kreatif Cerdas Lur!  Bupati Juliyatmono Kebut Vaksinasi 100% dengan Iming-iming -Hadiah Sepeda Motor

Kasidarlog BPBD Karanganyar, Nugroho (50) membenarkan kejadian tersebut. “Iya ini masih dalam pencarian semua tim di TKP,” ungkapnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM .

Kapolsek Karanganyar Kota Iptu Nawangsih mengatakan anggotanya bersama gabungan relawan masih melakukan pencarian.

“Kita tunggu perkembangannya,” ujarnya.

Sementara itu Anggota Relawan Reka, Khasmanto (45) mengatakan status korban belum diketahui antara nasih hidup atau meninggal.

“Saat kejadian korban hanyut terlihat radius 20 meter namun hilang lagi,” ujarnya. Beni Indra

Bagi Halaman