JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Hajatan Ngunduh Mantu Bupati Sragen Bakal Digelar Sederhana. Sekda Didapuk Jadi Ketua Panitia, Semua Pejabat Eselon Jadi Among Tamunya

Sekda Sragen, Tatag Prabawanto didampingi Kades Karungan, Joko Sunarso saat menyampaikan atur Pambagyo Harjo hajatan ngunduh mantu Pak Kades yang digelar di Pasar Bahulak Karungan Plupuh, Minggu (31/10/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Agenda hajatan ngunduh mantu yang akan digelar Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati dipastikan berkonsep sederhana.

Agenda hajatan perdana menikahkan putra sulungnya Ahmad Ismail Zulfajri Akbar itu akan dihelat di Ndayu Park pada tanggal 12 Desember 2021 mendatang.

Fajri, sapaan akrab putra bupati, akan mempersunting wanita pujaannya, Jihan Ukhti Nashika asal Sleman, Yogyakarta.

Jihan diketahui merupakan putri dari Muhammad Hisbaron dan Yayuk Sri Sukamti asal Somodaran, Banyudaren, Ganmping, Sleman, Yogyakarta.

Dari undangan yang beredar, akad nikah keduanya akan digelar tanggal 4 Desember 2021 mendatang pukul 09.00 WIB di Yogyakarta.

Baca Juga :  Dipermak Rp 686 Juta, Taman Tiara Sachari Sragen Dulunya Kumuh Kini Berubah Makin Cantik. Cocok untuk Tempat Nongkrong Malam Hari

Sementara agenda ngunduh mantu atau pesta tasyakuran di Sragen akan digelar pada hari Minggu Pahing tanggal 12 Desember 2021 di Ndayu Park, Gembong RT 8/4, Saradan, Karangmalang, Sragen.

Sekda Sragen, Tatag Prabawanto yang didaulat sebagai ketua panitia ngunduh mantu bupati, mengatakan acara akan digelar dengan konsep sederhana.

Tidak ada pesta mewah dan hanya prosesi biasa layaknya acara ngunduh mantu pada umumnya.

“Acaranya sederhana. Konsepnya ya biasa, seperti ngunduh mantu biasa,” ujarnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (22/11/2021).

Mempelai pengantin putra Bupati Sragen, Ahmad Ismail Zulfajri Akbar dan calon istri, Jihan Ukhti Nashika asal Yogyakarta. Foto/Istimewa

Menurut rencana, tamu yang diundang ada sekitar 1.200 dari berbagai kalangan.

Baca Juga :  Blak-Blakan, Bupati Sragen Mengaku Tak Pernah Masuk 10 Besar Saat Sekolah. Tapi Sebut Ini Rahasia Suksesnya!

Mengingat masih masa pandemi, acara nantinya akan tetap akan digelar dengan konsep mbanyu mili.

Kemudian panitia akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sehingga dipastikan tidak akan ada kerumunan dan semua berjalan sesuai prokes.

“Nanti prokes tetap diterapkan ketat. Tamu undangan mbanyu mili dan tidak boleh ada kerumunan,” jelasnya.

Sementara, Kepala Diskominfo Sragen, Yuniarti menyampaikan acara ngunduh mantu bupati akan digelar dalam lima sesi.

Menurutnya, para kepala dinas dan pejabat eselon II didapuk sebagai among rawuh dalam perhelatan tersebut. Wardoyo

Bagi Halaman