JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Innalillahi, 35 Ibu Hamil di Sragen Meninggal Saat Melahirkan. Kasusnya Meroket 350 %, 25 Kematian Dipicu Positif Covid-19

Kenangan almarhumah Rini semasa hidupnya (kiri) dan bayi mungilnya yang dilahirkan dengan selamat meski sang ibu harus mengembuskan nafas terakhirnya Rabu (21/7/2021) malam. Foto kolase/ Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 35 ibu di Sragen dilaporkan meninggal dunia saat menjalani persalinan atau melahirkan.

Dari jumlah itu, 25 orang diantaranya meninggal dengan diagnosa positif terkonfirmasi Covid-19.

Fakta itu terungkap dari hasil evaluasi kasus angka kematian ibu (AKI) di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen selama kurun tahun 2021.

Kepala DKK Sragen, Hargiyanto mengungkapkan berdasarkan data yang tercatat di dinasnya, dari Januari sampai akhir November 2021, kasus angka kematian ibu melahirkan sudah mencapai 35 kasus.

“Untuk tahun ini sampai hari ini, jumlah kematian ibu melahirkan sudah 35 kasus. Dari jumlah itu yang Covid-19 ada 25 kasus dan sisanya yang non Covid-19 ada 10 kasus,” paparnya kepada wartawan ditemui di DKK, Senin (29/11/2021).

Baca Juga :  Hanya 30 Menit, Rumah Warga Pantirejo Ludes Terbakar. Paguyuban Panther Sragen Tergerak Beri Bantuan

Menurutnya, dari angka kematian itu, faktor Covid-19 memang sangat dominan berpengaruh pada kasus kematian ibu melahirkan.

Sebab angka kematian dengan kondisi Covid-19 hampir 65 persen atau dua pertiga dari total kasus.

Angka kasus tahun ini juga meroket hampir 350 persen atau tiga kali lebih banyak dari tahun lalu.

“Tahun lalu kalau enggak salah hanya 8 kasus kematian ibu melahirkan. Enggak sampai 10 kasus,” urainya.

Ia menjelaskan hampir semua kasus kematian ibu melahirkan tahun ini, sebelumnya sudah terdeteksi dalam kondisi risiko tinggi kehamilan.

Bulan Juli saat puncak pandemi, menjadi bulan dengan angka kematian ibu melahirkan paling tinggi. Sebelumnya, dari kurun Januari sampai Juni 2021, kasus kematian ibu masih di bawah angka 10..

Baca Juga :  Perjalanan Karier Oemarsono, dari PNS Biasa, Kabag Pemerintahan di Sragen Jadi Bupati Wonogiri hingga Gubernur di Lampung

“Puncaknya pas bulan Juli kemarin di mana itu menjadi puncak kasus Covid-19. Apalagi saat itu vaksinasi belum begitu massif,” urainya.

Hargiyanto menambahkan selain akibat Covid-19, kematian ibu melahirkan tahun ini juga disebabkan beberapa faktor.

Di antaranya karena adanya penyakit penyerta seperti jantung, paru dan pre eklamsia berat (PEB). Dari 10 kasus Kematian non covid-19, enam di antaranya terdeteksi mengalami PEB.

“Paling banyak PEB, kemudian ada penyakit bawaan dan mengalami perdarahan juga,” tandasnya. Wardoyo

Bagi Halaman