JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ironi SD di Pedesaan Sragen, Pajangannya Tulisan “Kelasku Adalah Surgaku”, Bangunan Kelasnya Malah Mirip Kandang Ayam

Ia menceritakan bangunan yang rusak parah itu terdiri dari 6 lokal. Dua lokal kelas yakni kelas 2 dan 4 sudah tidak bisa digunakan karena hampir semua kayu penopang sudah patah dan berjatuhan.

Sedangkan dua lokal lainnya terpaksa masih digunakan itupun guru dan siswanya selalu dihantui rasa was-was. Kondisi cuaca ekstrim seperti saat ini, sangat rentan terhadap kondisi ruangan yang sudah rapuh tersebut.

“Terus terang kami was-was kalau tiba-tiba ada angin trus ambruk blek. Kita juga kan yang kena Pak,” jelasnya.

Kotak Infaq 

Karena harapan bantuan anggaran tak kunjung datang, selama ini pihak sekolah terpaksa menggalang iuran infaq sedapatnya.

Baca Juga :  Insiden Ambruknya Pagar DPRD Sragen, Ketua Ungkap Konstruksi Bangunan Tak Ada Pilarnya. Sebut Faktor Usia, Siap Anggarkan Rp 200 Juta!

Meski hanya sedikit, dari iuran keikhlasan para guru itu kadang bisa digunakan untuk menambal kerusakan sementara.

“Karena nggak dapat-dapat bantuan. Kita inisiatif kemarin buat kotak infaq. Alhamdulillah dari infaq guru, sebagian wali murid malah tergerak ikut bantu. Akhirnya kita pakai untuk mbangun nambal dikit-dikit,” imbuhnya.

Anggota Komisi IV DPRD Sragen, Tono mengaku sangat prihatin melihat kondisi bangunan sekolah di SD tersebut.

Legislator asal Nasdem itu juga menyayangkan lambannya respon dinas yang tak segera melakukan perbaikan padahal kerusakan sudah bertahun-tahun.

Baca Juga :  Alhamdulillah, Jenazah Siswi Pendekar Silat yang Hanyut di Sungai Pleret Gesi Akhirnya Ditemukan. Sempat Hanyut 1 Kilometer
Para siswa SDN Kebonromo 3 terpaksa belajar di musala karena ruang kelasnya rusak parah dan nyaris ambruk. Foto/Wardoyo

Padahal setahunya hampir tiap tahun ada anggaran untuk perbaikan sekolah rusak di Dinas Pendidikan. Sementara keberadaan SDN Kebonromo 3 sangat vital karena menampung siswa dari beberapa kampung.

“Harapan kami Pemkab melalui Dinas Pendidikan segera memprioritaskan pembangunan gedung yang rusak parah di SDN Kebonromo 3 ini. Apalagi sudah beberapa kali diajukan proposal perbaikan tapi belum ada realisasi. Apa harus nunggu korban baru diperbaiki?” ujarnya kesal. Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua