JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Jangan Tunggu Parah, Sayangi Liver dengan Cara Seperti Ini

Selain itu, lanjut Bambang, sebagian besar yang mengonsumsi rutin Curcumin, SGOT dan SGPT nya hasilnya baik.

Bahkan dalam beberapa kasus penyakit berat seperti kanker, Curcumin berperan besar dalam proses menekan perkembangan sel kanker dan menjaga kondisi tetap fit setelah kemoterapi, sehingga tingkat kesembuhan tinggi.

Selain itu, curcumin juga bisa mencegah sembelit, sebagai anti-aging, membantu meringankan efek samping setelah kemoterapi, hepatitis, membantu mencegah badai sitokin termasuk mengatasi dan menyembuhkan gejala Covid-19, bahkan antidiabetes.

Manfaat curcumin sangat banyak, itulah mengapa zaman nenek moyang, hampir setiap gejala sakit diberi temulawak. Alasannya, karena di dalam temulawak ada kandungan paling berkhasiat.

Baca Juga :  Pelaksanaan Vaksin Booster Digencarkan, Sebenarnya, Seberapakah Efektivitasnya?

Sayangnya, kandungan aktif yakni curcumin tidak bisa diperoleh secara maksimal/optimal dengan cara tradisional.

“Curcumin dari temulawak ini tidak bisa hanya diambil secara tradisional dengan cara direbus atau diparut,” ujar Bambang.

Menurut dia, hal itu hanya bisa dilakukan melalui proses ekstraksi dengan teknologi khusus untuk mendapatkan curcumin yang ada di dalam temulawak.

Baca Juga :  4 Jenis Minyak Lebih Sehat dari Minyak Sawit, Apa Saja?

Artinya, jika hanya merebus, maka kadar curcuminnya kecil sekali, karena sifat curcumin yang tidak larut air.

Lain halnya dengan kandungan Curcumin di dalam Helmig’s tablet yang sudah melalui proses  ekstraksi secara modern dan teknologi khusus.

“Sebab setiap tablet yang dikonsumsi sudah teruji dan terukur jumlah curcuminnya, sehingga bisa dikatakan kita salah satu di Indonesia yang memiliki produk herbal curcumin yang teruji, terukur dan terstandarisasi,” tambah Bambang. Suhamdani

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua