JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Kabar Baik! Pemkab Semarang Rencanakan Gratis Kejar Paket A, B, C Demi Majukan Daerah Lewat Pendidikan Nonformal

kspo Pendidikan Nonformal (PNF) telah dibuka di GOR Wujil, Kamis (4/11/2021). Istimewa

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang kali ini menggencarkan upaya kemajuan daerah melalui pendidikan nonformal. Berkaitan dengan hal itu, kegiatan Ekspo Pendidikan Nonformal (PNF) telah dibuka di GOR Wujil, Kamis (4/11/2021).

Dalam ekspo tersebut, Ngesti Nugraha, Bupati Semarang menginformasikan, saat ini Pemkab bersama legislatif tengah membahas perluasan jangkauan pendidikan nonformal. Hal itu dicanangkan sebagai sarana warga belajar agar memiliki keterampilan lebih produktif.

Tak hanya kursus keterampilan, paket pendidikan jalur nonformal setara pendidikan formal juga akan diperluas aksesnya.

Pemkot Semarang merencanakan kelompok belajar paket A, B, dan C yang setara dengan SD, SMP dan SMA, bisa ditempuh secara gratis.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Karangpandan Karanganyar Pagi Ini, 2 Orang Tewas Mengenaskan, Satu Luka

“Tujuannya agar warga yang putus sekolah karena terkendala biaya ataupun disabilitas, dapat memperoleh pendidikan yang setara sekolah formal,” ungkap Ngesti dilansir dari jatengprov.go.id pada Sabtu (6/11/2021)

Dengan adanya rencana ini, masyarakat dapat memiliki peluang yang sepadan dengan para lulusan pendidikan formal. Upaya ini mendukung pengoptimalan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo turut menegaskan, pendidikan nonformal dinilai setara dengan pendidikan formal berdasarkan peraturan.

“Selain itu, pendidikan nonformal juga menegaskan pendidikan sepanjang hayat dengan kreativitas dan inovasi yang tiada henti,” tutur Sukaton.

Baca Juga :  Kejutan, Undip Peringkat Teratas 8 Top Kampus Penghasil Lulusan Terserap Kerja di Indonesia. Tak Ada Nama UNS, Berikut Daftar Lengkapnya!

Pagelaran Ekspo PNF sendiri bisa mengenalkan pendidikan yang inovatif serta menarik kepada masyarakat luas.

Ketua Panitia Pelaksana, Lulus Rahmamukti menyebutkan, kegiatan ini menghadirkan 33 stan pameran hasil karya warga belajar nonformal. Mereka berasal dari dua Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di bawah naungan Disdikbudpora, pusat kegiatan belajar masyarakat, Lembaga Ketrampilan dan Pendidikan (LKP), Himpaudi, dan Forum Taman Belajar Masyarakat (TBM).

Lulus menjelaskan bahwa ekspo ini berlangsung selama dua hari. Peserta bebas memamerkan berbagai kreasi hasil karya warga belajar. Dengan demikian, kemajuan daerah bisa didorong melalui kontribusi masyarakat yang menghasilkan karya produktif bersifat inovatif. Linda Andini Trisnawati

Bagi Halaman