JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah

Kebakaran Maut Tewaskan 4 Anggota Keluarga di Tangerang

ilustrasi kebakaran
Ilustrasi pemadam kebakaran. Pixabay

TANGERANG, JOGLOSEMARNEWS.COM  –
Tragis benar kejadian yang dialami sebuah keluarga di Kota Tangerang, Banten ini. Bagaimana tidak, empat orang anggota keluarga ini meninggal lantaran dipicu kebakaran rumah  di Kota Tangerang Banten, Selasa (9/11/2021) dini hari.

Ngenesnyablagi, satu di antara keempat korban kebakaran itu adalah seorang  balita berusia 5 tahun berinisial JA.

Jenazah anak kecil itu ditemukan dekat pintu keluar.

Petugas UPT Batuceper BPBD Kota Tangerang, Anggoro, menduga balita itu sempat berusaha keluar dari rumah tersebut saat kebakaran terjadi.

Kebakaran itu persisnya melanda satu rumah di kawasan Perumahan Metland Puri Blok B.07, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, pukul 04.30 WIB.

Satu balita ikut terjebak dalam kobaran api hingga menjadi korban meninggal dunia.

Tiga orang lain yang meninggal dalam kebakaran itu adalah kedua orang tua JA, yakni J (35) dan E (31) serta nenek berusia 60 tahun yang belum diketahui identitasnya.

“Korban yang paling kecil (JA) ada di dekat pintu,” kata Anggoro saat dihubungi.

Diduga, anak kecil tersebut berusaha untuk menyelamatkan diri dari kobaran api.

Sepertinya iya,” ujar Anggoro.

Kedua orang tua JA  dan seorang nenek ditemukan tewas di lokasi yang berbeda, tapi masih di dalam satu rumah.

Saat ditemukan, semua korban sudah dalam kondisi hangus terbakar api bahkan satu di antaranya tidak dikenali.

Baca Juga :  Insiden Longsor di Bogor, Jasad Nenek Uum Ditemukan Tengah Menggendong Cucunya

“Posisi tiduran semua dan hangus terbakar. Di atas deket kamar mandi satu, di dapur satu, dan di kamar lantai satu ada satu (jenazah),” katanya.

Ia mengaku pemadam kebakaran tidak menemukan kesulitan saat melokalisasi titik api, tapi kebakaran tersebut memang sudah tergolong besar.

Baca juga: Sekeluarga di Tangerang Tewas akibat Kebakaran: Sempat Terdengar Suara Minta Tolong Sebelum Ledakan

“Enggak ada kesulitan, tapi api sudah membesar. Titik api kita belum bisa pastiin asalnya dari mana. Ruang paling hangus di lantai dua, karena bahannya dari tripleks,” kata Anggoro.

Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rachim, mengatakan awalnya diduga anggota keluarga yang sedang beristirahat di rumah itu mendengar sebuah ledakan seperti benda jatuh.

Kemudian saat keluar, mereka melihat api yang sudah membesar di bagian atas rumahnya.

“Saksi keluar rumah dan melihat api di sebelah kiri rumahnya sudah membesar dan berteriak minta tolong,” ujar Rachim.

Iklan untuk Anda: Bosan Botak? Tumbuh Bibit Rambut Baru dalam 8 Hari! Baca di Sini
Untuk memadamkan si jago merah, BPBD Kota Tangerang menerjunkan empat unit mobil pemadam kebakaran

pun berhasil dipadamkan sekira 120 menit setelah api berkobar.

Baca Juga :  Lampung Berduka, Mantan Gubernur Periode 1998-2003 Oemarsono Meninggal Dunia Hari Ini. Bakal Dimakamkan di Sragen

Rachim menduga kalau kebakaran terjadi karena adanya arus pendek yang ada di lantai atas rumah tersebut.

“Api dapat dipadamkan dengan mobil pemadam empat unit pada pukul 06.00 WIB. Saat api padam diketahui ada empat korban orang meninggal posisi ada dalam rumah dan diperkirakan api berasal dari arus pendek,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, kerugian yang ditaksir mencapai Rp 600 juta.

Para korban tewas pun langsung dikirim ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk dilakukan autopsi.

“Korban meninggal dikirim ke RSUD Kabupaten Tangerang,” ucap Lilik Helmiati selaku Staff Instalasi Hukum Publikasi dan Informasi (HPI) RSUD Kabupaten Tangerang.

Dikremasi hari ini

Antonius Fredo Pradana yang merupakan RT setempat mengatakan, dirinya mengantarkan keluarga korban tersebut menuju Polsek Cipondoh untuk mengambil kelengkapan berkas, agar jenazah para korban dapat dibawa oleh pihak keluaga.

“Setelah itu, sekitar pukul 13.00 WIB, pihak rumah sakit menyerahkan korban ke keluarga korban dan selanjutnya dibawa ke Rumah Duka Jelambar, Grogol, Jakarta Barat,” tutur Antonius.

Menurutnya, para korban yang merupakan satu keluarga itu akan dilakukan proses kremasi, yang rencannya dilakukan esok hari, Rabu (10/11/2021).

www.tribunnews.com

Bagi Halaman