JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Meski Covid-19 Melonggar, Kredit Bermasalah BPR BKK Tasikmadu Rp 19 Miliar Jalan di Tempat

“Sejak pandemi Covid-19  melonggar usaha UMKM mulai bergeliat maka kita seleksi jika
debitur itu disurvai masih bisa usaha,  maka kita pinjami lagi modal dengan tenor agak lama tujuan agar usahanya berjalan sehingga bisa membayar utang sebelumnya,” tandasnya.

Didik Darmadi meyakini, meski kategori bermasalah namun komitmen para debitur terutama perantauan luar kota bisa melunasinya.

Sebab sebelum pandemi Covid-19 terjadi pembayaran utangnya lancar tidak ada masalah. Namun begitu, pandemi covid terjadi boleh dikata usaha para perantauan luar kota itu hancur dan kini mulai merintis kembali.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut Tabrak Lari di Tasikmadu Karanganyar, Pemotor Muda Tewas Usai Senggolan dengan Motor Misterius

“Komitmen serta track record debitur kami terpantau baik kok sebab dari jumlah total kredit bermasalah di BPR BKK Tasikmadu sebesar Rp 90 miliar selama jelang pandemi covid kini tersisa hanya Rp 19 miliar saja kan berarti baik meskipun tidak lancar,” ujarnya.

Meski begitu lanjut Didik Darnadi posisi Non Perfomance Loan NPL di BPR BKK Tasikmadu masih tinggi sekitar 9% mencapai 10% karena kredit bermasalah tersebut.

Sedangkan Capital Adequacy Ratio CAR atau rasio kecukupan modal terhadap potensi kerugian yang ditanggung termasuk utang di BPR BKK Tasikmadu ini berada dibatas aman minimal 8% sehingga stabilitas neraca keuangannya masih terjaga untuk melindungi nasabah dan potensi kerugiannya.

Baca Juga :  Lupa Matikan Kompor, Dapur Warga Tegalgede, Karanganyar Terbakar

Diketahui Total Aset BPR ini sebesar Rp 250 miliar dengan formulasi Dana Pihak Ketiga sekitar Rp 200 miliar dan penyaluran kredit tahun 2021 sekitar Rp 200 miliar.  Beni Indra

.

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua