JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Monggo, Pasar Bahulak Kini Resmi Dibuka untuk Lokasi Resepsi Hajatan. Kapasitas Bisa 1.500 Tamu, Simak Prosedur Sewanya!

Bagi warga yang berminat menyewa, terbuka setiap waktu kecuali di hari pasaran Pasar Bahulak yakni Minggu Legi dan Pahing.

Jika bersamaan dengan hari pasaran, nanti akan kurang nyaman dan kesulitan memilah antara pengunjung pasar yang jumlahnya bisa ribuan.

“Kami berharap itu akan meningkatkan ekonomi masyarakat untuk termasuk juga lokasi parkir juga luas, bisa digunakan leluasa dan terjamin keamanannya,” tandasnya.

Pilihan Baru Konsep Hajatan

Wabup Sragen Suroto yang hadir saat pesta ngunduh mantu Kades di Pasar Bahulak mengapresiasi pengembangan yang dilakukan Pemdes dan BUMDes Karungan di Pasar Bahulak.

Pihaknya mendukung pemberdayaan potensi desa di Pasar Bahulak yang kini mulai melakukan penetrasi untuk disewakan sebagai lokasi hajatan atau resepsi pernikahan.

Baca Juga :  Semarakkan HUT Sragen, 40 Pelari Adu Cepat Sampai Gunung Kemukus. Dari yang Usia 12 Tahun Sampai Kepala Tujuh

“Di sinilah nuansa kebersamaannya terlihat antara warga dan Pemdes bisa menyatu dengan potensi alam di Pasar Bahulak ini. Dengan konsep resepsi di sini kita bisa menyapa dengan kalangan masyarakat dari istilah kasar saja dari melarat sampai konglomerat, jadi rakyat dan pejabatnya. Bagus sekali,” katanya.

Wabup Sragen, Suroto bersama sang istri saat hadir di pesta ngunduh mantu Kades Karungan di Pasar Bahulak. Foto/Wardoyo

Diharapkan hal itu bisa meningkatkan roda perekonomian setempat dan kesejahteraan warga.

Senada, Sekda Sragen, Tatag Prabawanto yang didapuk menjadi Pambagyo Harjo di acara ngunduh mantu Kades Karungan itu mengapresiasi setinggi-tingginya terobosan yang dilakukan Kades Karungan lewat Pasar Bahulak.

Baca Juga :  Perjalanan Karier Oemarsono, dari PNS Biasa, Kabag Pemerintahan di Sragen Jadi Bupati Wonogiri hingga Gubernur di Lampung

Menurutnya, pengembangan sebagai tempat hajatan atau resepsi itu sangat bagus dan akan memberi pilihan bagi warga yang ingin menggelar pernikahan dengan konsep di lokasi terbuka atau pesta kebun.

“Kami apresiasi setinggi-tingginya Pak Kades Karungan yang sudah melakukan terobosan. Sehingga hajatan tidak harus di dalam gedung bisa outdoor saja. Potensi-potensi ini bisa dikembangkan di tempat-tempat yang lain. Yang penting bagaimana penataan itu harus dipersiapkan secara matang,” tandasnya. Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua