JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Perhatian, Warga Sragen Diminta Waspada Bencana Hidrometeorologi Dampak La Nina. Semua Kecamatan dan Kelurahan Diimbau Siapkan Posko!

Ilustrasi puting beliung dan angin kencang. Dok/JSnews

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Memasuki musim penghujan, warga di wilayah Kabupaten Sragen diminta mewaspadai potensi bencana Hidrometeorologi dan La Nina.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah memetakan sejumlah wilayah yang masuk daerah rawan bencana dampak dari La Nina.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Sragen, Agus Cahyono mengatakan berdasarkan informasi dari BMKG, bencana Hidrometeorologi berpotensi terjadi memasuki musim hujan saat ini.

Cuaca ekstrim dampak La Nina berpotensi memicu hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang.

“Nah dengan kondisi hujan yang tinggi kemungkinan bencana yang berpotensi adalah banjir dan tanah longsor,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (3/11/2021).

Baca Juga :  39 Sapi di Sragen Mati Terserang PMK, Total Kasus Capai 708 Ekor. Kecamatan Sumberlawang Paling Parah

Dari mitigasi kebencanaan yang sudah dilakukan BPBD, ada beberapa wilayah yang sangat rawan dan berpotensi terjadi bencana dampak La Nina.

Untuk rawan banjir, Agus menyebut daerah sepanjang aliran Bengawan Solo, Sungai Garuda, Sungai Mungkung hingga Kali Cemoro Kalijambe menjadi wilayah paling rawan.

Di antaranya Kecamatan Masaran, Sidoharjo, Sragen dan Tangen serta Kalijambe.

“Khusus Kalijambe di situ ada Kali Cemoro yang juga rawan menimbulkan genangan dan berpotensi meluap jika hujan deras,” terang Agus.

Siapkan Posko 

Sementara, untuk rawan longsor di wilayah Kecamatan Sambirejo yang dari dulu sering terjadi longsor dan retakan tanah juga muncul di beberapa titik.

Baca Juga :  Geger Kakek 72 Tahun di Karangmalang Sragen Tewas Gantung Diri. Istri dan Warga Tak Ada Yang Berani Mendekat

Lantas kawasan situs Sangiran seperti Desa Bukuran dan Sangiran Kecamatan Kalijambe juga rentan karena morfologi tanahnya yang berbukit dan tergolong rawan.

Kalakhar BPBD Sragen, Agus Cahyono. Foto/Wardoyo

Sebagai antisipasi, BPBD sudah membuat langkah kesiagaan dan antisipasi memasuki musim penghujan dan cuaca ekstrim dampak La Nina.

Di antaranya membuat surat edaran (SE) yang diedarkan ke semua OPD Kecamatan dan Kelurahan agar meningkatkan kewaspadaan.

“Harapan kami semua bisa menyikapi dan mengantisipasi. Misalnya sekiranya ada pohon perlu dipangkas. Kemudian terkait La Nina, kami minta setiap kecamatan dan desa menyiapkan Posko bilamana memang nanti dimungkinkan terjadi bencana banjir,” urainya. Wardoyo

Bagi Halaman