JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Pondok Pesantren Didorong Mandiri dan Mampu Memberdayakan Ekonomi Masyarakat Sekitar

“Dengan demikian, diharapkan ini bisa meningkatkan kesejahteraan para santri, para kyai, dan masyarakat di sekitar pondok pensantren,” kata Deputi Iskandar.

Untuk diketahui, inklusi keuangan di Indonesia pada masa pandemi terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2020, kepemilikan akun sebanyak 61,7% dan penggunaan akun sebesar 81,4%.

Hal ini sejalan dengan penggunaan uang elektronik berbasis seluler yang meningkat hampir 2,5 kali lipat menjadi 11,7% pada tahun 2020 dibandingkan tahun 2018 yang hanya 4,7%.

“Inklusi keuangan itu berarti semua masyarakat harus tersentuh dengan pelayanan keuangan. Masyarakat kelompok atas dan kelompok bawah tidak dibedakan dalam pelayanan keuangan, semua sama. Dengan ini, diharapkan semua Pondok Pesantren dapat menjadi motor penggerak ekonomi nasional,” lanjut Deputi Iskandar.

Baca Juga :  Aturan Baru Kemedagri, Penamaan Anak Minimal 2 Kata dan Maksimal 60 Huruf

Mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir, Deputi Iskandar Simorangkir menegaskan bahwa sektor ekonomi dan kesehatan adalah dua hal yang tak terpisahkan dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Pemerintah terus menangani pandemi ini dari hulu hingga ke hilir.

“Pada kesempatan ini, atas nama Bapak Menko Perekonomian, saya mengimbau agar kita semua tetap menerapkan 3M dan protokol kesehatan yang ketat. Karena aspek kesehatan ini juga penting sekali,” ujar Deputi Iskandar.

Baca Juga :  Buya Syafii Maarif Meninggal Dunia, UMM dan Ketum Muhammadiyah Tulis Doa Haru

Di ranah global pun, Indonesia terhiitung memiliki peran besar dalam keuangan syariah global.

Potensi ekonomi itu dapat dilihat dari jumlah Pondok Pesantren di Indonesia yang pada tahun 2020 tercatat sebanyak 28.194 Pondok Pesantren dengan 44,2% di antaranya memiliki sumber daya ekonomi. Suhamdani

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua