JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Pria Tewas dengan 6 Tusukan di Perut di Colomadu. Polres Karanganyar Belum Berani Simpulkan Bunuh Diri atau Dibunuh

Wakapolres Karanganyar, Kompol Purbo Adjar Waskito / foto: Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tabir kematian Parmin (30) yang ditemukan meninggal di rumahnya, Dusun Gonggangan Rt 03/04 Desa Bolon Colomadu, Karanganyar, Jateng pekan lalu belum juga menemukan titik terang.

Polres Karanganyar tidak mau ceroboh menyimpulkan penyebab meninggalnya Parmin antara bunuh diri atau dibunuh, meskipun hasil otopsi sudah ada.

Kapolres Karanganyar, AKBP Syafi Maulla melalui Wakapolres Kompol Purbo Adjar Waskito mengatakan, penyelidikan kasus itu makin intensif dilakukan melalui pemeriksaan  ahli dan hasil otopsi.

Namun polisi saat ini belum berani menyimpulkan penyebabnya.

“Kami harus cermat sehingga tidak gegabah mengambil kesimpulan apalah korban itu bunuh diri atau dibunuh,” ujarnya disela acara Konferensi Pers di Mapolres Karanganyar, Senin (29/11/2021).

Baca Juga :  Ketua DPC PDIP Karanganyar, Bagus Selo Semangati 205 Anggota Kader Perempuan Pecahkan Rekor Muri Senam Sicita

Wakapolres menegaskan, hasil  penyelidikan terkini diketahui terdapat enam tusukan di perut korban dan diketahui pakaian  dipakai korban masih utuh alias tidak ada bekas robek.

Selain itu, keterangan dokter ahli menjelaskan penyebab meninggal karena luka tusuk yang dalam pada bagian perut.

Bahkan bukan hanya itu saja dari hasil penyelidikan  diketehui tidak ada satupun barang-barang berharga milik tidak ada satupun yang hilang.

Selain itu, posisi barang-barang di kamar korban juga tidak bergeser dari posisi semula.

Dengan begitu polisi belum berani  penyebab kematiannya.

“Termasuk keterangan dokter ahli berdasar hasil otopsi itu belum termasuk kesimpulan melainkan pendapat ahli yang mana bukan kesimpulan tetapi mengarah pada dugaan-dugaan,” tandasnya.

Baca Juga :  Karanganyar Darurat Sampah, Bupati Juliyatmono Siap Beli Tanah Warga untuk Operasionalkan Mesin Baru

Untuk itulah, polisi terus melakukan penambahan terhadap saksi-saksi yang dianggap mengerti kejadian tersebut. Juga tengah diselidiki penyebab kemungkinan korban yang mengaku frustasi karena tidak segera memiliki jodoh.

“Tunggu saja nanti jika penyelidikan sudah final akan kami sampaikan hasilnya,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Rabu (24/11/2021) warga Desa Bolon Colomadu dihebohkan dengan kasus temuan mayat Parmin (30) seorang bujangan dirumahnya dengan luka tusukan diperutnya.

Kasus itu menjadi dramatis setelah dua jam berikutnya ibu korban Kerto Waginah (65) meninggal dunia karena tak tega melihat anaknya meninggal dunia. Beni Indra

Bagi Halaman