JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Satu Bos Pengepul Anjing Asal Gemolong Ditangkap di Sukoharjo, Disnakkan Sragen Beri Apresiasi. Sebut Jumlah Pengepul Sudah Drop Separuh Lebih

Tersangka dijerat dengan Pasal 89 ayat (2) UU RI no 41 tahun 2014 tentang perubahan undang undang Nomor 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Ancaman hukumannya dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah),” papar Kapolres, Jumat (26/11/2021).

Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan saat memimpin penggerebekan perdagangan ilegal anjing konsumsi di Kartasura. Foto/Wardoyo

GTS ditangkap melalui penggerebekan yang dilakukan tim Polres Sukoharjo usai berkoordinasi sama dengan Komunitas Dog Meat Free Indonesia (DMFI) terkait jaringan perdagangan anjing untuk konsumsi.

Sebanyak 53 ekor anjing berhasil diselamatkan dari sebuah tempat pengepul di wilayah Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, dari operasi penggerebekan ini, polisi mengamankan GTS (40), seorang warga Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen.

Baca Juga :  Fix, Pencairan Gaji ke-13 PNS di Sragen Direncanakan Awal Bulan. Total Ada 8.600 PNS, Simak Tanggal Cair dan Nominal Tertingginya!

Pelaku ditangkap saat mengirimkan anjing tersebut kepada pembelinya di wilayah Kartasura beberapa hari lalu.

“Awalnya petugas mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di wilayah hukum Polres Sukoharjo banyak beredar pedagang kaki lima yang menjual anjing untuk digunakan dalam pembuatan masakan. Kemudian petugas Polres Sukoharjo melakukan penyelidikan terkait informasi tersebut dan ditemukan di wilayah kartasura,” jelas Kapolres kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (25/11/2021).

Dari informasi itu, tim kemudian melakukan pengintaian pada hari Rabu (24/11/2021) sekira pukul 00.30 WIB.

Kemudian petugas melakukan penangkapan terhadap penyuplai daging anjing di Desa Ngadirejo, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

Baca Juga :  Breaking News, Wabah Penyakit PMK Masuk Sragen, 6 Ekor Dinyatakan Positif Hari Ini!

Kapolres menambahkan saat ditangkap pelaku tidak bisa menunjukkan dokumen surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

Dari pemeriksaan yang dilakukan penyidik Satreskrim Polres Sukoharjo, anjing-anjing itu berasal dari Kabupaten Garut yang diduga di wilayah tersebut masih menjadi zona rawan penyakit anjing.

“Dari operasi ini, Polres Sukoharjo berhasil mengamankan setidaknya 53 ekor anjing yang dikirim secara ilegal dari Jawa Barat,” ujarnya.

Saat ini pelaku sudah diamankan di Polres Sukoharjo. Sementara anjing-anjing kiriman yang akan diperdagangkan dijadikan barang bukti. Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua