JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sering Diremehkan Karena Anak Desa dan Nggak Punya, Siswi asal Patihan Sragen Kembali Bungkam Cibiran dengan Juara Lomba se-Jateng DIY. Sempat Bingung Cari Pinjaman Laptop Tetangga

Dalam situasi mendesak, ia pun kemudian mencoba mengontak tetangganya di Patihan yang tinggal di depan rumah.

Lewat telepon pula, ia meminta tolong agar anaknya dipinjami laptop sebentar untuk mengikuti lomba. Berkat kebaikan tetangga bernama Mbak Ana itulah, akhirnya Laila dipinjami laptop dan bisa mengerjakan soal ujian lomba.

“Saya bilang Mbak Ana bisa pinjam laptop 2 jam saja Mbak, buat ngerjain soal lomba. Alhamdulillah tetangga saya baik sekali dan mau minjami laptop,” urainya.

Selesai ujian, putrinya yang mengerjakan soal sendirian sempat mengeluh soal ujian agak sulit dan agak pesimis. Dalam teleponnya, siswi mungil itu hanya minta didoakan akan bisa lolos dan menang.

Mendengar itu, Herlina mengaku tiap hari selalu mensupport anaknya agar tetap semangat. Hingga akhirnya saat pengumuman tiba pada tanggal 5 November 2021 lalu, nama anaknya masuk di daftar pemenang.

Baca Juga :  Modal Rp 22 Juta, Desa di Sambungmacan Sragen Ini Berhasil Aman dari Tikus. Petani Senang Bisa Panen 3 Kali, Kapolres dan Kapolda Beri Apresiasi

“Alhamdulillah kemarin pengumumannya diumumkan lewat YouTube. Laila dapat juara 3. Senang dan bangga,” ucapnya.

Atas prestasi itu, ia pun tak lupa berterimakasih kepada tetangga yang telah meminjami laptop. Ia sangat berharap prestasi itu makin memotivasi putrinya agar terus berprestasi di kemudian hari.

“Kami sangat terharu, hanya dari pinjam laptop akhirnya bisa lolos dan bisa juara,” jelasnya.

Sebelumnya, di 2019, Laila juga membuat semua tercengang usai menyabet juara I Lomba Kompetisi Matematika Nalari Realistik (KMNR) ke-15 se-Indonesia saat baru duduk di kelas I.

Baca Juga :  Dipermak Rp 686 Juta, Taman Tiara Sachari Sragen Dulunya Kumuh Kini Berubah Makin Cantik. Cocok untuk Tempat Nongkrong Malam Hari

Saat itu, siswi kelas I A itu sukses membungkam cibiran yang selama ini banyak diterimanya.

“Alhamdulillah Mas, anak kami berhasil juara I dan peringkat 1 KMNR 15 untuk wilayah Sragen,” papar Herlina kala itu.

Herlina mengaku senang campur haru atas keberhasilan putrinya itu. Sebab meski hidup sederhana, putrinya mampu membuktikan bahwa bisa berprestasi sekalipun dari awal banyak yang memandang sebelah mata.

“Saya merantau sama suami di Makassar. Kehidupan kami memang sederhana, sehingga kadang anak saya sering curhat kalau diremehkan dan dihina teman-temannya. Tiap dengar cerita dia dihina, hati saya sedih dan nangis Mas,” urai Herlina. Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua