Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Terima Gelar Keraton, Bupati Boyolali Mengaku  Tanggung Jawab yang Diemban Makin Berat

Bupati Boyolali M Said Hidayat dan sejumlah pejabat di Boyolali menerima gelar dari Kraton Kasunanan Surakarta / Foto: Waskita

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM –  Puluhan pejabat dan tokoh masyarakat Boyolali menerima gelar dari Keraton Surakarta.

Mereka di antaranya adalah Bupati Boyolali M Said Hidayat dengan gelar Kanjeng Raden Riya Arya Mohammad Said Hidayat Natadiningrat.

Penyerahan gelar dilakukan secara simbolis di Ruang Merbabu Kantor Bupati Gedung Putih oleh Pengageng Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Koes Murtiyah Wandansari atau yang lebih sering disebut Gusti Moeng pada  Kamis (4/11/2021).

Wabup Wahyu Irawan juga mendapat gelar Kanjeng Raden Riya Arya Wahyu Irawan Reksadiningrat.

Gelar serupa juga diterima Ketua DPRD, Marsono dengan gelar Kanjeng Raden Arya Marsono Wreksanagara.

Sedangkan Sekda Masruri menerima gelar Kanjeng Raden Arya Masruri Rumeksanagara. Keempat pejabat itu termasuk total 64 pejabat dan anggota masyarakat yang juga menerima gelar dari Karaton Surakarta.

Menurut Bupati M Said Hidayat, dengan diterimanya gelar dari keraton maka tanggungjawab pun semakin bertambah berat.

“Yaitu, tanggung jawab untuk turut serta nguri- uri budaya Jawa secara terus- menerus. Ini memang tanggung jawab yang berat,” katanya usai penyerahan gelar.

Diakui, sebenarnya sudah aada langkah yang telah dilakukan di lingkup ASN Boyolali. Antara lain kewajiban seluruh ASN untuk mengenakan pakaian adat nasional setiap hari Kamis.

“Tak semata  adat Jawa namun pakaian adat nusantara. Memang seyogyanya pula, setiap Kamis, ASN juga menggunakan bahasa Jawa.”

Gusti Moeng menjelaskan, Keraton Surakarta dulu sebagai pusat pemerintahan di wilayah Jawa.

Sehingga para pejabat, termasuk bupati di Boyolali dahulu juga dari keraton, Pejabat memiliki kewajiban menjaga dan mengembangkan budaya Jawa yang bersumber dari keraton.

Setelah keraton tak punya wilayah karena menjadi bagian NKRI maka  penghargaan atau gelar diberikan tokoh masyarakat, pejabat dan cendikiawan.

“Mereka inilah bersama- sama dengan keraton terus berusaha menjaga dan mengembangkan budaya Jawa,” ujarnya.  Waskita

Exit mobile version