JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Waduh, 30 Siswa SD-SMP di Solo Ditemukan Positif Covid-19. Bagaimana Nasib PTM?

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, didamping Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat meninjau proses vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak di Solo, Rabu (4/8/2021). Foto: Triawati

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Program surveilans dari Kementerian Kesehatan terus dilanjutkan di Kota Solo. Kali ini, ditemukan hasil 30 siswa SD dan SMP di Solo terpapar covid-19.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Solo, Dwi Aryatno mengungkapkan, petugas surveilans menemukan total 30 siswa SD dan SMP di Solo terpapar covid-19. Jumlah tersebut berawal dari tujuh siswa dari tiga SD yang dites swab PCR kemudian dilakukan tracing.

“Hasil tracingnya ya itu, total sekarang 30 siswa yang terpapar covid-19. Tracing masih dilanjutkan, kalau dilihat perkembangannya cukup baik jika dibandingkan dengan surveilans tahap I lalu. Kalau tahap I lalu yang positif sampai 50an anak,” paparnya, Senin (29/11/2021).

Baca Juga :  Buya Syafii Maarif Wafat, Ketua PDM Solo : Kita Kehilangan, Beliau Banyak Mengakomodir Perkembangan Pemikiran Islam

Ke 30 siswa positif covid-19 tersebut berasal dari SDN Cinderejo Lor, SDN Beskalan, SDN Semanggi Kidul, SMPN 6, serta SMP Muhammadiyah 7. Dwi memastikan perkembangan tracing kasus covid-19 dalam surveilans tahap II kali ini menuju lebih baik.

“Karena kalau dibandingkan dengan tahap I, yang ini lebih kecil. Kemarin ada perubahan SOP, bagi siswa yang dites harus menjalankan pembelajarn jarak jauh (PJJ) dulu. Sehingga tracingnya kalau ditemukan positif lebih terjaga interaksinya,” ungkapnya.

Surveilans tahap II lalu, lanjut Dwi, pasca tes swab siswa tetap menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM). Sampai saat ini, surveilans masih berlangsung dan masuk tahap tiga. Sementara itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memastikan pihaknya tidak menutupi data surveilans.

Baca Juga :  Ma'ruf Amin Gantikan Pratikno sebagai Saksi Akad Nikah Idayati-Anwar Usman

“Yang jelas kita tidak menutupi data. Anak-anak memang lebih riskan karena mereka belum divaksin. Kalau ada yang sakit, itu jadi tanggung jawab saya. Saya pastikan anaknya sembuh. Untuk mitigasinya, ini masih diolah. Tidak hanya siswa lho, orang tua siswa juga kita swab. Dan rata-rata anak-anak sembuhnya lebih cepat karena tanpa gejala,” terang Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. Prihatsari

Bagi Halaman