JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Andi Jamaro: PB NU Idealnya Dipimpin Intelektual Bergelar Profesor Doktor

Andi Jamaro membantah pernyataanya itu untuk menyindir kandidat calon Ketua Umum PBNU Yahya Staquf yang tidak sempat menyelesaikan kuliahnya di Fisipol Universitas Gadjah Mada.

Menurut Andi ucapannya bersifat umum, yakni siapa pun yang tak bergelar sarjana tidak layak mempimpin NU.

“Semuanya, baik ketua cabang, wilayah, apalagi pusat, harus memenuhi kualifikasi standar pendidikan,” kata Andi Jamaro.

Guru Besar Fisip Universitas Airlangga (Unair) Hotman Siahaan, yang juga senior Yahya Staquf di jurusan Sosiologi UGM, tidak menampik bahwa yuniornya itu tak sempat merampungkan kuliah. Menurut Hotman, ketika itu Yahya tinggal mengerjakan  skripsi saja.

Baca Juga :  Akselerasi Pengembangan Kawasan BBK,Pemerintah Kembangkan Sarana Transportasi Berstandar Internasional di Batam

“Tapi terus ditinggal studi ke Mesir atau ke Arab gitu lho, sehingga tidak sempat selesai,” kata Hotman.

Bagi Hotman, gelar akademik tidak menjamin seuatu, apalagi di era seperti sekarang ini. Yang seharusnya dilihat justru kiprah intelektualnya ketimbang mempermasalahkan gelar. Dan ia menilai Yahya Staquf punya kemampuan mengelola sebuah organisasi besar.

Baca Juga :  Menko Airlangga: Jika Perlu, Daerah Bisa Usulkan Status Darurat untuk PMK

Hotman mengatakan saat ini berderet-deret intelektual bergelar profesor doktor. Yang bergelar guru besar pun berseliweran. Namun banyak yang jejak rekam kiprah intelektualnya belum terlalu  memuaskan.

“Pengetahuan dan ilmu  Yahya Staquf luar biasa, itu yang menurut saya lebih penting dari sekedar gelar,” kata Hotman.

www.tempo.co

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua