JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bikin Malu Sragen, Jauh-Jauh Merantau ke Bantul, Warga Plupuh Malah Jadi Otak Sindikat Maling Traktor. Aksinya Ternyata Lintas Provinsi

Sebelum mengeksekusi pada siang para tersangka melakukan survey di lokasi para petani menyimpan traktor baik di sawah maupun halaman rumah.

Setelah itu pada malam hari sampai pagi dini hari para tersangka yang telah memiliki peran masing-masing melakukan pencurian.

“Untuk mencuri mesin traktor biasanya dicopot dengan kunci yang telah disiapkan lalu dimasukkan ke dalam mobil Avanza, namun bila mencuri traktor utuh menggunakan pick up,” lanjut Ihsan.

Menurutnya, SY dan WL bertugas melepas mesin traktor itu menggunakan kunci pas, kunci ring, tang, dan gergaji besi. Sedangkan SW menunggu di dalam mobil.

Baca Juga :  Anak Jadi Polisi, Bapak Dapat Bantuan Bedah Rumah BSPS. Begini Penjelasan Kades di Sambungmacan Sragen!

“Setelah itu mesin traktor pembajak sawah hasil curian dimasukkan ke dalam mobil bagian belakang. Rencananya mesin akan dijual ke Kabupaten Ngawi, Jawa Timur,” jelasnya.

Selain mengambil mesin traktor pembajak sawah di wilayah Imogiri itu, mereka mengakui juga telah melakukan hal serupa dua kali di Pundong, Bantul.

“Ternyata mereka juga pernah mencuri mesin traktor di Sragen dan Boyolali, masing-masing satu kali,” tambahnya.

Barang bukti yang diamankan antara lain tiga unit mesin traktor merek Kubota, tiga kerangka mesin traktor pembajak sawah, satu pasang roda mesin traktor, tiga buah kunci pas, 6 kunci ring, sebuah tang, dan sebuah gergaji besi.

Baca Juga :  Selamat, 61 CPNS dan 788 PPPK Sragen Akhirnya Terima SK. Bupati: Tunjukkan Kinerjamu!

“Kami juga mengamankan satu unit mobil Toyota Avanza berpelat nomor AD 9396 YT,” katanya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 363 tentang Pencurian dengan Pemberatan.

“Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara,” ujar dia. Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua