JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ekonomi Syariah Tetap Eksis Selama Pandemi Covid-19

Dalam rangka mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat halal dunia sekaligus mendorong pemulihan ekonomi nasional, Pemerintah menyiapkan beberapa strategi penguatan ekonomi dan keuangan syariah.

Beberapa di antaranya adalah penguatan ekonomi dan keuangan syariah melalui inovasi produk, pendalaman pasar dan pembangunan infrastruktur, penguatan halal value chain, penguatan usaha mikro, kecil dan menengah.

Selain itu juga ada  penguatan fatwa, regulasi dan tata kelola, penguatan ekonomi digital, dan penguatan literasi sumber daya manusia, riset dan pengembangan.

Menko Airlangga mengatakan, Pemerintah juga mendorong beberapa kebijakan guna mempercepat pengembangan ekonomi syariah dengan beberapa tahapan.

Pertama, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dilakukan dengan menciptakan ekosistem ekonomi keuangan syariah yang baik melalui peningkatan sisi supply yang sejalan dengan sisi demand, yang didukung infrastruktur ekosistem.

Baca Juga :  Di Ajang World Economic Forum, Menko Airlangga: Momen Emas Berinvestasi di Indonesia

Dari sisi supply terdapat 4 pelaku ekonomi, yaitu klaster industri halal, klaster keuangan komersil, klaster keuangan sosial, dan klaster komunitas. Sedangkan sisi demand berasal dari domestik maupun global.

Infrastruktur ekosistem berfungsi untuk memfasilitasi dan mendukung aktivitas pada sisi supply dan demand.

Kedua, pengembangan UMKM Syariah dengan program kemitraan dengan perusahaan besar (korporasi), seperti pendampingan korporasi terhadap UMKM atau UMKM sebagai pemasok/sub-kontraktor perusahaan besar serta peningkatan peranan UMKM Syariah dalam global value chain.

Ketiga, mengingat masih rendahnya Inklusi Keuangan Syariah,  maka diperlukan percepatan program, antara lain melalui Kredit Usaha Rakyat Syariah, Bank Wakaf Mikro, pemanfaatan keuangan digital, dan inklusi keuangan bagi pemuda/pelajar/santri pondok pesantren.

Selain itu, lanjut Menko Airlangga, Pemerintah juga akan mendorong pembangunan ekosistem dan kawasan industri halal.

Baca Juga :  Menko Airlangga: 2025 Indonesia Realisasikan Kontribusi Energi Terbarukan Sebesar 23%

Industri halal menurutnya merupakan bagian terpenting dalam ekosistem ekonomi syariah,  yang diharapkan dapat berkontribusi secara signifikan terhadap neraca perdagangan dengan menghadirkan produk-produk halal yang berdaya saing secara nasional dan global.

Dalam pengembangan industri halal,  diperlukan infrastruktur pendukung seperti kawasan industri, laboratorium, pelabuhan, teknologi digital, dan sarana infrastruktur pendukung lainnya.

Hal itu untuk memberikan kemudahan bagi kegiatan industri dalam melakukan proses produksi  secara terintegrasi dalam satu kawasan yang memenuhi persyaratan halal.

Sebagai bagian dari strategi pengembangan rantai nilai halal, demikian Menko Airlangga, pengembangan standar halal/Halal Assurance System (HAS) yang komprehensif sebagai infrastruktur non fisik, perlu dilakukan untuk mendukung percepatan industri produk halal nasional, terutama untuk sektor-sektor utama industri halal. Suhamdani

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua