JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Fenomena Kontroversi Nilai Ujian Perdes di LPPM UMS, 3 Lulusan SMA di Desa Gabus Ngrampal Keokkan 9 Sarjana dan Lulusan Cumlaude UNS. Peserta Lain: Jenius Sekali!

Termasuk di formasi Kaur Keuangan, anak Kades juga meraih skor tertulis 83 dan 17,4 untuk komputer. Lagi-lagi nilai itu terpaut sangat jauh dari peserta lain.

“Padahal di setiap formasi itu ada calon sarjananya. Bukannya kami merendahkan kemampuan lulusan SMA, tapi secara logika rasa-rasanya kok janggal lulusan SMA bisa mendapat skor ujian tertulis sampai dua kali lipat dari yang sarjana dengan standar soal sebegitu sulit,” urai Zaenal.

Hasil seleksi formasi Kebayan II di Desa Gabus, Ngrampal, Sragen. Foto/Wardoyo

Fenomena Nilai Jenius

Dari catatan JOGLOSEMARNEWS.COM , fenomena di Gabus itu nyaris sama dengan yang terjadi di beberapa desa yang menggandeng LPPM UMS.

Seperti Desa Padas, Tanon yang barusaja menyelesaikan seleksi dan melantik 3 Perdes terpilihnya hari ini tadi.

Desa Padas juga menggelar pengisian dengan menggandeng LPPM yang sama yakni UMS. Begitu pengumuman, kisruh langsung muncul karena peserta kaget mendapati calon pemenang bisa meraih skor sangat fantastis.

Di mana dari tiga pemenang di tiga formasi, semuanya kompak mendapat nilai ujian tertulis 92.

Padahal mereka ada yang hanya lulusan SMA, sedang peserta lulusan sarjana nilainya tak sampai separuhnya.

Baca Juga :  Memilukan, Ini Video Detik-Detik Evakuasi 2 Bocah Tewas Tenggelam di Waduk Sambungmacan Sragen Malam Ini. Diiringi Suara Tangisan

“Bukan kami menyangsikan kemampuan, tapi rasanya agak janggal saja. Saya melihat materi ujiannya juga enggak mudah. Ada soal peraturan-peraturan, tapi ketiga-tiga pemenangnya nilainya luar biasa. Untuk sekelas ujian CAT, nilai 90 itu sudah masuk jenius. Kenapa nilainya semua sama 92, apakah memang standar berfikir mereka jenius semua,” ungkap Joni Baskoro, salah satu peserta seleksi Perdes di Padas belum lama ini.

Pengumuman perolehan nilai dan ranking peserta seleksi penjaringan Perdes untuk jabatan Sekdes di Desa Padas sebelum temuan kasus sertifikat bermasalah yang dipajang di papan pengumuman desa, Selasa (23/11/2021). Foto/Wardoyo

Namun hasil seleksi di Padas sempat direvisi pada formasi Sekdes dan pemenangnya berubah.

Hal itu terjadi setelah ada komplain peserta dan berujung temuan 2 sertifikat pemenang awal yang ternyata tidak memenuhi syarat.

Selain Padas, fenomena nilai jenius pada ujian di LPPM UMS juga terjadi di Desa Kecik. Kecik yang menggandeng LPPM UMS dan ujiannya bersamaan dengan Padas, menghasilkan pemenang dengan nilai ujian tertulis 92. Nilai itu jauh di atas peserta lain dengan selisih hampir dua kali lipat.

Kewenangan LPPM

Menyikapi hal itu, Ketua Panitia Penjaringan Penyaringan Desa Gabus, Sunar mengatakan soal nilai ujian tertulis dan komputer, hal itu sepenuhnya kewenangan LPPM.

Baca Juga :  Sok Jagoan dan Main Keroyok, 5 Anggota Geng di Sragen Ditangkap Polisi. Korbannya 2 Remaja Warga PSHT

Panitia hanya menerima hasil berupa nilai dan diserahkan sehari pasca ujian.

Soal kecurigaan nilai peserta pemenang yang sangat tinggi padahal hanya lulusan SMA, ia menyebut ijazah tidak serta merta menjadi tolok ukur kompetensi atau nilai.

“Karena materi soalnya juga setara dengan kompetensi SMA karena syarat mendaftar perangkat kan hanya lulusan SMA. Kami juga enggak tahu ujian dan soalnya seperti apa. Yang jelas itu kewenangan universitas sana. Tugas kamu sehari setelah ujian, kami mengambil nilai ke LPPM bersama panitia lainnya. Nilai yang kami terima ya itu. Kalau dilihat ijazahnya, yang ranking 1 ada 3 orang yang lulusan SMA dan satu peserta anaknya pak Kades lulusan D 3. Di setiap formasi memang ada peserta sarjananya. Tapi sekali lagi soal nilai ujian itu kami hanya menerima dari LPPM,” terangnya. Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com