JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Jossss, Komunitas Tunggang Sapi Galang Dana bagi Korban Semeru, Terkumpul Rp 8 Juta

Kelompok “Bajingan” Adem Ayem Boyolali-Klaten menggalang dana untuk korban Semeru / Foto: Waskita

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Penggalangan dana bagi korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur terus berlangsung. Salah satunya dilakukan kelompok “Bajingan” Adem Ayem Boyolali-Klaten.

Ya, Komunitas sapi tunggang dan gerobag sapi Adem Ayem Boyolali-Klaten kompak menggalang dana dengan cara kopi darat anggotanya.

 

Kegiatan tersebut digelar di lapangan Desa Manggis, Kecamatan Mojosongo, Boyolali pada Sabtu (8/12/2021).

“Kami bersyukur atas peran serta semua pihak terkait. Dari pertemuan ini, terkumpul dana sebanyak Rp 8 juta. Dana yang terkumpul akan kita sumbangkan bagi para korban erupsi Semeru di Lumajang,” ujar Wage Haryono, perwakilan Komunitas Sapi Tunggang Adem Ayem Boyolali-Klaten.

Baca Juga :  Dari Lockdown Lokal hingga Jamu Herbal. Upaya Peternak Sapi Boyolali Tangkal Virus PMK

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Desa Manggis, Kecamatan Mojosongo yang memberikan izin bagi kegiatan penggalangan dana tersebut. Juga berterima kasih kepada masyarakat yang menyumbangkan dana.

Kepala Desa Manggis, Muhajirin dalam sambutannya juga berterima kasih atas peran aktif komunitas sapi tunggang dan gerobag sapi Adem Ayem yang telah menghibur warganya. Sekaligus sebagai ajang pengumpulan dana.

“Semangat tanpa sambat, semoga apa yang dilakukan hari ini menjadi amal ibadah semuanya. Dan dana yang terkumpul bisa dimanfaatkan untuk meringankan beban saudara kita yang terdampak letusan lahar panas Gunung Semeru.”

Baca Juga :  Satu Lagi JCH Embarkasi Solo Meninggal Dunia di Tanah Suci

Dalam kegiatan tersebut warga yang menyumbang juga bisa naik atau menunggang sapi maupun gerobag yang disediakan panitia. Cukup banyak yang memanfaatkan momen tersebut, sekaligus sebagai ajang berswafoto.

“Saya tidak berani menunggang sapi, cukup naik gerobag saja. Sekalian nostalgia semasa kecil dulu,” ujar Warto (50) salah satu warga yang juga ikut menyumbang. Waskita

Bagi Halaman