JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Menko Airlangga: Penurunan Level PPKM Dorong Naiknya Permintaan Domestik

Di samping itu, jelas Menko Airlangga, pelonggaran level PPKM juga telah mendorong mobilitas masyarakat terus meningkat meskipun masih dibatasi dengan syarat perjalanan yang cukup ketat.

Pada November, Kelompok Tranportasi meningkat dari bulan sebelumnya mengalami inflasi sebesar 0,33% (mtm) menjadi sebesar 0,51% (mtm) pada November dengan andil 0,06% dan menjadi kelompok penyumbang andil tertinggi kedua setelah kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau.

“Inflasi Kelompok Transportasi utamanya disumbang oleh kenaikan tarif angkutan udara dengan andil 0,05%”, ujar Menko Airlangga.

Adapun sepanjang bulan Desember 2021, inflasi dari kelompok Transportasi diperkirakan tetap meningkat meski akan terbatas.

Hal itu karena Pemerintah kembali mengambil kebijakan untuk melakukan pengetatan aktivitas masyarakat untuk mitigasi penyebaran COVID-19 selama libur Natal tahun 2021 dan tahun baru 2022.

Baca Juga :  Airlangga: Buya Syafii Negawaran, Sekaligus Bapak Bagi Rakyat Indonesia

Perbaikan permintaan domestik tersebut juga terlihat dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia November 2021 yang tercatat di posisi 53,9.

Level tersebut menurut Menko Airlangga, menunjukkan kondisi ekspansi yang terus bertahan selama tiga bulan berturut-turut.

Lebih lanjut, level PMI Indonesia merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan seluruh negara konstituen ASEAN yang disurvei oleh PMI IHS Markit, yakni Malaysia (52,3), Vietnam (52,2), Singapura (52,2), Filipina (51,7), Thailand (50,6), dan Myanmar (46,7).

Pemulihan ekonomi yang terus berlanjut pasca meredanya gangguan dari gelombang Covid-19 Varian Delta berhasil mendorong sektor manufaktur untuk meningkatkan kapasitas produksinya.

Baca Juga :  Jokowi Minta Luhut Urus Migor, Sinyal Kondisi Darurat?

Kondisi tersebut sekaligus menjadi katalis output total, disamping juga peningkatan mobilitas masyarakat turut menaikkan level aggregate demand.

Dengan pengendalian Covid-19 yang semakin efektif, penurunan kasus harian diharapkan terus terjadi sehingga momentum pemulihan ekonomi tetap terjaga.

“Menjelang libur Natal tahun 2021 dan Tahun Baru 2022, Pemerintah akan terus memastikan ketersediaan pasokan serta kelancaran distribusi tetap aman, di tengah pengetatan mobilitas masyarakat untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut Menko Airlangga, koordinasi dan sinergi yang solid dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia dalam wadah TPIP-TPID terus diperkuat untuk menjaga pencapaian inflasi tahun 2021. Suhamdani

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua