JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Dinilai Matikan Wong Cilik, Pedagang BBM Eceran di Sragen Rame-Rame Desak Pemerintah Stop Izin Pertashop. Omzet Makin Sepi, Cari Rp 1.000 Perak Susahnya Setengah Mati

Salah satu pedagang BBM eceran di Bonagung, Tanon. Foto/Wardoyo

Ia terang-terangan menolak pendirian Pertashop yang kian hari kian banyak. Pemerintah diminta menghentikan izin pendirian Pertashop yang dinilai banyak merugikan pedagang kecil.

“Saya tidak setuju beneran, soalnya penghasilan berkurang kok, ini aja hanya warung kecil. Sekarang kulakan 10 liter 3 hari belum habis. Padahal dulu sehari bisa 10 liter lebih sekarang sehari cuma.bisa 1 sampai 2 liter. Susah Mas, sekarang mau cari duit Rp 1000 susahnya setengah mati sejak ada Pertashop,” tandasnya.

Marak dari Pengusaha sampai Pejabat

Sebelumnya, data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , demam investasi stasiun pengisian bahan bakar minyak (BBM) Pertashop memang tengah melanda Sragen.

Tak main-main dalam kurun setahun terakhir, puluhan unit Pertashop mendadak bermunculan menjamur di berbagai wilayah di Sragen.

Baca Juga :  Beraksi Tiap Subuhan, Pria Asal Solo Curi 30 Sepeda Angin Diangkut Pakai Bronjong. Akhirnya Tertangkap di Sragen

Pantauan JOGLOSEMARNEWS.COM , gerai Pertashop yang menjual BBM Pertamax itu muncul di hampir semua wilayah kecamatan. Meski modalnya disebut ratusan juta, tak menghalangi kemunculan Pertashop.

Warga antri untuk membeli pelumas Pertamina bonus 1 Liter Pertamax di pertashop Tanggan, Gesi, Sragen, Rabu (22/9/2021). Foto/Wardoyo

Selain pengusaha SPBU, kalangan pejabat hingga petinggi aparat dikabarkan ramai-ramai tergiur dan mendirikan Pertashop.

Fenomena menjamurnya Pertashop itu dibenarkan dinas terkait. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Tedi Rosanto tak menampik memang banyak bermunculan Pertashop selama pandemi setahun terakhir.

“Kalau data pasnya kami nggak hafal. Yang jelas sudah puluhan Pertashop berdiri. Memang rame masuk ke Sragen sejak 2020 sejak pandemi,” paparnya kepada wartawan belum lama ini.

Baca Juga :  Harga Tak Wajar, Pembeli Sepeda dari Teguh Widodo Bisa Dijerat Pasal Penadah. Polisi Sedang Bergerak, Siap-Siap Saja!

Tedi menyampaikan secara legalitas Pertashop berbeda dengan Pertamini. Usaha Pertashop berdiri atas rekomendasi Pertamina sehingga legal serta takarannya lebih terjamin.

Kehadiran Pertashop justru dimungkinkan memang perlahan untuk menggeser Pertamini yang selama ini cenderung dianggap ilegal.

Pihaknya berharap kesadaran masyarakat jika mendirikan usaha yang legal seperti Pertashop.

“Soal itu (ada pejabat dan aparat yang ikut mendirikan), kami enggak bisa matur. Karena semua warga negara punya hak sepanjang punya modal dan memenuhi aturan. Entah itu pejabat atau enggak, kalau sudah memenuhi proses izin, ya sah-sah saja,” tukasnya. Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua