JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Geger Bocah Difabel Berusia 13 Tahun di Tanon Sragen Diketahui Hamil 2 Bulan. Orangtuanya Syok Berat, Pelakunya Masih Misteri

Selain itu, kebiasaan korban yang jarang di rumah dan sering keluar meminta-minta di pasar serta truk-truk yang parkir di tepi jalan, membuat warga sulit mendeteksi siapa pria yang menghamilinya.

“Anaknya memang jarang di rumah. Kadang minta-minta di pasar, kadang juga minta ke sopir truk yang parkir dan pintunya diketuk-ketuk,” urai EK.

Orangtua Syok dan Memprihatinkan

Sebagai warga, EK mengaku sangat prihatin dengan apa yang menimpa G.
Sebab selain masih kecil dan mengalami keterbelakangan mental, keadaan ekonomi orangtuanya juga tak kalah memprihatinkan.

Bahkan akibat kejadian itu, orangtua korban utamanya sang ibu, sempat syok berat saat kali pertama mengetahui kondisi anaknya sudah berbadan dua.

“Bapaknya hanya buruh serabutan dan kondisinya juga ada kurang-kurangnya (kurang normal). Ibunya hanya buruh serabutan pitil bawang. Makanya warga prihatin, kalau bisa diusut siapa pelakunya dan dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya.

Baca Juga :  Hanya Nonton Voli, Joko Dapat Hadiah Sepeda Motor Baru. Langsung Sujud Syukur "Alhamdulillah Ya Allah!"

Sudah Dimediasi Tapi Berubah-Ubah

Terpisah, Kades di desa itu, IR (45) membenarkan adanya kabar kehamilan G. Ia tak menampik kondisi G memang memiliki keterbelakangan mental.

Dari hasil pemeriksaan, bocah itu memang tengah hamil dua bulan. Terkait kasus itu, pihaknya sudah merespon dengan mengklarifikasi pihak keluarga dan korban dua hari lalu.

Namun keterangan berubah-ubah soal terduga pelaku yang disampaikan korban, membuat pihak desa dan warga harus berhati-hati untuk melangkah.

“Sudah kami klarifikasi dan mediasi tiga kali. Tetapi ya itu, keterangan itu molah maleh (berubah ubah) keterangan korban. Jadi nggak fokus di A, B, C dan malah sampai nyebut ke mana-mana. Yang kami khawatirkan nanti justru melebar nggak jelas malah menjadi pencemaran nama baik. Makanya kami hati-hati sekali menyikapinya,” urainya.

Kades menyampaikan awalnya korban memang menyebut ada 3 terduga pelaku yang dua diantaranya warga setempat. Namun saat disidang atau diklarifikasi dengan korban dan keluarga, kedua terduga bersikukuh tidak melakukan.

Baca Juga :  Bakal Ciptakan Sejarah, Ini Respon Cik Nanik yang Akan Dilantik Jadi Anggota DPRD Sragen

“Dari yang terduga sendiri juga malah siap akan ke jalur hukum kalau sampai dituduh dan dilaporkan. Karena kemarin informasi dari si anak sendiri, nggak hanya satu titik. Ada beberapa titik. Malah ada kejadian sama sopir truk juga. Cuma kan keterangannya itu juga nggak bisa sepenuhnya dipertanggungjawabkan karena nuwun sewu kondisi mentalnya juga seperti itu. Jadi kami juga nggak berani langsung memutuskan,” jelasnya.

Saat ini, pihaknya masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Dari pihak keluarga sempat menyampaikan sudah pasrah menerima kondisi itu dan siap untuk merawat kehamilan si bocah sampai lahir. Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua