JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kabar Baik, Sragen Selangkah Lagi Punya Politeknik Pariwisata di Bawah Kementerian. Lokasinya di Sragen Barat, Sudah Disiapkan Lahan 19 Ha

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemkab Sragen mengisyaratkan bakal hadir sebuah perguruan tinggi berbasis pariwisata yakni Politeknik Pariwisata.

Politeknik yang dibangun bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) itu direncanakan dibangun di Sragen Barat.

Hal itu diungkapkan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Jumat (21/1/2022). Kepada wartawan, ia mengatakan Pemkab sudah menyiapkan lahan seluas 14,3 hektare dan 5 hektare untuk kepentingan pembangunan itu.

“Iya. Untuk fix dan tidaknya tergantung kesiapan kita di Pemda untuk menghibahkan luasan lahan sesuai harapan Kemenparekraf. Mereka menghendaki 20 hektare, tapi kan kita tidak bisa kalau luasan segitu dalam satu hamparan,” paparnya ditemui usai penandatanganan MoU dengan PKBS di Gedung Kartini, Jumat (21/1/2022).

Baca Juga :  Pendapatan RSUD Sragen Kalah dari Karanganyar, Benarkah Hanya Karena Perkara Senyuman!

Bupati menguraikan untuk kesiapan itu, pihaknya sudah mengecek lahan aset Pemkab di beberapa lokasi di wilayah Sragen Barat.

Hasilnya ada 14,3 hektare lahan di Kwangen dan Ngembatpadas Gemolong. Kemudian ada lagi 5 hektare juga tidak jauh dari lokasi itu.

Semua lahan itu adalah aset milik kelurahan yang sangat memungkinkan untuk dihibahkan guna pembangunan Politeknik Pariwisata.

“Yang 14,3 hektare itu ada di Gemolong, di Kwangen dan Ngembatpadas. Jadi tidak satu hamparan tapi semua aset kelurahan jadi memungkinkan. Ada yang 5 hektare juga tapi tidak satu hamparan,” jelasnya.

Bupati menguraikan lokasi Politeknik Pariwisata itu ditempatkan di Sragen Barat dengan pertimbangan karena dekat dengan lokasi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Baca Juga :  871 Ekor Sapi di Sragen Terjangkit PMK, 363 Sembuh dan 44 Ekor Mati

Di mana ada Sangiran, Gunung Kemukus dan Waduk Kedung Ombo yang saat ini didorong menjadi ikon di Sragen Barat.

“Paling tepat diletakkan di sana, Utara Bengawan karena ada KSPN. Mohon doanya teman-teman saja,” imbuhnya.

Ditambahkan Bupati, dengan ketersediaan lahan itu, saat ini Pemkab tinggal mempersiapkan sertifikat lahan tersebut. Selanjutnya berkirim surat ke kementerian untuk diproses hibah.

“Insya Allah sudah fix. Kita tinggal siapkan sertifikat, lalu berkirim surat ke kementerian, nanti direspon dengan penandatanganan hibah. Kemungkinan 2023 dibangun. Mudah-mudahan bisa menjadi sebuah legasi yang luar biasa,” tandasnya. Wardoyo

Bagi Halaman