
BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dinkes Boyolali mewaspadai meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, kasus saat ini ada tren peningkatan.
“Iya, jumlah kasus DBD saat ini mengalami tren peningkatan,” kata Kepala Dinkes Boyolali, Puji Astuti, Minggu (9/1/2022).
Untuk itu, masyarakat dihimbau menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Dengan demikian, maka jentik nyamuk tidak bisa berkembang menjadi nyambuk dewasa.
Hal itu berbeda dengan kegiatan fokus yang hanya membunuh nyamuk dewasa.
“Makanya, kita mulai waspada, jadi kegiatan PSN, terus kemudian ada fogging fokus. Seperti yang sudah kita lakukan di Kecamatan Juwangi dan di Ngemplak.”
Ditambahkan, kasus DBD di Boyolali mulai meningkat tajam mulai bulan November 2021 lalu.
Di bulan itu kasus DBD meningkat dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya. Dari 17 kasus di bulan Oktober menjadi 39 kasus di bulan November.
Bahkan, pada bulan Desember, meningkat lagi. Di akhir tahun 2021 itu, ditemukan ada 44 kasus DBD, dan satu kasus kematian.
Di awal tahun 2022 ini hingga tanggal 7 Januari sudah ditemukan 9 kasus positif DBD.
“Di bulan Januari 2022 ini, sampai tanggal 7 Januari laporan yang masuk 19, jumlah yang memenuhi syarat sebagai kasus DBD ada 9 kasus.”
Menurutnya, tren peningakatan kasus sejak awal-awal bulan lalu. Datangnya musim hujan diseling panas, otomatis ada kesempatan jentik berkembang biak menjadi nyamuk. Beda kalau musim hujan terus, mungkin malah nyamuk nggak ada.
“Tetapi kalau seperti ini, kemarin hujan terus, ini panas, jadi jentik kesempatan untuk tumbuh. Karena biasanya telurnya kan nempel di dinding, begitu kena air, ya jadi berkembang.” Waskita
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.













