JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Kisah Yulian Penjaja Kue Terang Bulan, Berharap Pandemi Berakhir Agar Rezekinya Lancar

Yulian biasa menjajakan kue terang bulannya di dekat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Hukum (FH) Universitas Sebelas Maret.

Namun karena sedang pandemi dan mahasiswa mengikuti kegiatan perkuliahan daring, terpaksalah ia  melilih tempat lain.

Semenjak itulah, pendapatan Yulian semakin turun. Yang awalnya ia mampu menjual lima puluh potong kue, sekarang ia hanya berani membawa dua puluh hingga tiga puluh potong terlebih jajananya tak habis seperti sebelum pandemi.

Baca Juga :  Ganjar Rajin Sambangi CFD Solo yang Didatangi Ribuan Warga, Kali Ini Ikut Menari dalam Tarian Kolosal Gatot Kaca

 

Dulu, ia hanya melawan terik panasnya matahari. Namun kini ia harus berurusan dengan Satpol PP karena selalu diusir dari tempat ia berjualan.

Trkadang ia lebih memilih untuk mengalihkan dagangannya di dekat pom bensin, di sebelah timur pintu gerbang UNS Surakarta. Itu dilakukannya hanya demi menghindari Satpol PP.

“Jadi saya harus berkeliling ke rumah dan juga ke masjid saat anak anak mulai mengaji” ujarnya Sabtu (22/1/20220.

Baca Juga :  Ganjar Sering Kunjungi CFD Solo. Pengamat: Dia Ingin Mendapatkan Legitimasi Politik

Sudah demikian, pandemi Covid-19 menjadi pukulan berat baginya karena penjualan kue terang bulan merosot lantaran sepi pembeli.

Ia hanya bisa berharap agar pandemi segera berakhir agar kehidupan masyarakat kembali normal dan ia bisa berjualan seperti biasa. Amanda Tito Nursaid

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua