JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kompleks Lokalisasi Mbah Gajah Sragen Jadi Sorotan, DPRD Jateng Dukung Dirombak Jadi Pasar Rakyat. Minta Jangan Sampai Ada yang Dikorbankan!

Untung Wibowo Sukowati saat berbincang dengan pelaku UMKM yang hadir di 11th Sragen University Expo 2022. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Komisi D DPRD Jawa Tengah mendukung wacana perombakan kompleks lokalisasi terselubung Mbah Gajah di Gondang, Sragen menjadi pasar rakyat atau pasar tradisional.

Perombakan dinilai penting untuk merubah stigma negatif yang selama ini melekat dan dianggap menjadi kendala untuk kemajuan wisata Sragen.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jateng, Untung Wibowo Sukowati. Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , ia mengatakan mendukung perombakan kompleks Mbah Gajah Gondang karena hal itu juga untuk kebaikan masyarakat.

Menurutnya dengan dirombak menjadi pasar rakyat, maka akan menghilangkan stigma negatif dan mendukung potensi Sragen sebagai salah satu destinasi wisata.

“Saat Sragen memang harus berbenah dan berubah. Stigma-stigma negatif itu yang selama ini membuat Sragen tidak dikenal sebagai destinasi wisata. Padahal kita punya pemandian air panas Bayanan, Sangiran, New Kemukus dan lainnya,” paparnya Senin (17/1/2022).

Baca Juga :  Ditangkap Polisi, Jumadi Asal Ngrampal Cokot Nama Tempel. Mengaku Sudah Bayar Rp 550.000

Perempuan PSK asal Ngawi tampak berusaha menyembunyikan wajahnya saat hendak diamankan oleh polisi dari lokalisasi Mbah Gajah, Gondang, Selasa (9/1/2018). Foto/JSNews

Legislator asal Sragen dari Fraksi PDI Perjuangan itu menyampaikan meski demikian, ia meminta agar perombakan itu tetap harus disertai solusi untuk orang-orang atau pedagang yang selama ini menghuni di dalamnya.

Ia meminta mereka harus tetap diakomodir dan diberi tempat untuk bisa tetap berkarya atau berjualan ketika kompleks Mbah Gajah itu sudah dibangun jadi pasar.

“Jangan dioprak-oprak tapi nggak dikaryakan. Sebisa mungkin meski tidak bisa menyenangkan semua orang, pembangunan itu setidaknya jangan sampai ada yang dikorbankan. Makanya semua pedagang atau yang berusaha di situ nanti harus tetap diberi tempat sehingga mereka bisa bekerja,” terangnya.

Baca Juga :  Habiskan Rp 33 M, RSUD Sukowati Tangen Diresmikan Pas Ulang Tahun Bupati. DPRD Berharap Bawa Multiplier Effect

Terkait status lahan kompleks Mbah Gajah yang merupakan aset desa, menurutnya hal itu hanya persoalan administrasi saja.

Pemkab nantinya memang harus rembugan dengan Pemdes setempat untuk membahas rencana perombakan dan konsep ke depannya.

“Kalau dari kami, seandainya memang dibutuhkan kami akan siap membantu mengupayakan anggaran dari provinsi sesuai kapasitas kami dari jalur legislasi. Yang terpenting satu hal, jangan sampai ada yang dikorbankan kalau memang nanti mau dirombak,” tandasnya. Wardoyo

Bagi Halaman