JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Menguak Riwayat Lokalisasi Legendaris Mbah Gajah Gondang. Pernah Kondang Tarif Ceweknya Murah Meriah, Sensasinya Main di Sawah-Sawah

Namun Heri menegaskan cerita itu adalah pemandangan Kompleks Mbah Gajah sekitar 10 sampai 20 tahun silam. Kini, kompleks Mbah Gajah sudah relatif sepi dan bahkan nyaris tak seperti imagenya ketika kondang dulu.

“Sekarang sudah jauh berbeda. Nggak kayak dulu banyak wanita mangkal di warung dan dekat sawah-sawah. Apalagi mungkin dengar wacana akan dirombak itu sudah pada nyingkir,” tandasnya.

Dirombak Pasar Rakyat 

Wacana perombakan Mbah Gajah menjadi Pasar Rakyat juga digulirkan Pemkab dan Pemdes setempat.

“Gondang itu sebenarnya ada lahan strategis Mbah Gajah. Nah, wacana Pemdes mau dijadikan pasar desa atau pasar rakyat,” papar Kades Gondang, Warsito beberapa waktu lalu.

Warsito menguraikan kehadiran Pasar rakyat itu digagas untuk merubah wajah Mbah Gajah yang selama ini banyak diasumsikan sebagai lokasi lokalisasi terselubung.

Selain menambah pendapatan desa, juga diharapkan menghilangkan stigma negatif dan membersihkan dari segala aktivitas PSK di kompleks Mbah Gajah.

Baca Juga :  Salawat Bareng Habib Syech, Gunung Kemukus Berubah Jadi Lautan Manusia. Bupati: Semoga Membawa Keberkahan Bagi Sragen!

“Pekerja PSK masih ada meski satu dua dan terselubung. Harapan kami kalau dijadikan pasar rakyat dengan sendirinya bisa bergeser ke yang lainnya dan tidak jadi ikon negatif lagi. Itu juga upaya untuk pemulihan dan pemberdayaan ekonomi desa,” jelasnya.

Perempuan PSK asal Ngawi tampak berusaha menyembunyikan wajahnya saat hendak diamankan oleh polisi dari lokalisasi Mbah Gajah, Gondang, Selasa (9/1/2018). Foto/JSNews

Wacana itu juga mendapat dukungan dari tokoh masyarakat Desa Gondang. Anggota DPRD asal Gondang, Bambang Widjo Purwanto mengatakan pembangunan pasar rakyat di kompleks Mbah Gajah juga mencuat dan didukung para Ketua RT dan RW di Gondang saat pertemuan beberapa waktu lalu.

Selaku Ketua Paguyuban RT RW, ia memandang keberadaan pasar rakyat atau pasar desa itu tidak hanya merubah image negatif Mbah Gajah, namun juga upaya untuk menata pasar kambing dan kayu yang selama ini semrawut.

“Kemarin masukannya agar lokasi Mbah Gajah ditata dijadikan pasar rakyat. Di depannya kan ada tanah kas desa, bisa dipakai ruko atau kios-kios yang bisa difungsikan. Sehingga ada hasilnya untuk nambah pendapatan desa. Selain tujuan utamanya merubah image negatifnya,” tuturnya.

Baca Juga :  Breaking News: Kecelakaan Maut di Dekat Kediaman Bupati Sragen Pagi Ini, Semua Korban Meninggal Dunia

Bambang menyampaikan meski sudah terkikis dan PSK hanya tinggal satu dua, image negatif sebagai lokalisasi tak serta merta bisa hilang dengan mudah.

Pihaknya akan berupaya membantu melalui jalur legislasi agar wacana itu bisa direalisasi. Misalnya dengan anggaran BKK atau yang memungkinkan.

“Masyarakat sebenarnya sudah lama menolak keberadaan itu (lokalisasi Mbah Gajah). Karena di samping malu, juga merusak moral. Ya nanti kita akan upayakan kalau bisa ada bantuan meski lewat BKK. Karena itu lahannya tanah kas desa. Kalau bisa ditata, saya yakin potensinya bagus dan pasar akan bisa ramai,” tandasnya. Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua