JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Pasca Popularitas Desa Berjo, Karanganyar, Mulai Muncul Konflik Lokal. Sejumlah Warga Gugat Akses Jalan Wisata Air Terjun Jumog dan Telaga Madirda

“Sebenarnya tuntutan MPB ini tidak muluk-muluk,  hanya ingin diberikan kompensasi untuk bisa memiliki kios di objek wisata dan itu wajar karena 14 bidang tanah sudah dinikmati objek wisata, sedangkan mereka sama sekali tidak bisa mengais rezeki di desanya sendiri,” ujar Kusumo.

Untuk itu,  Kusumo menegaskan sebaiknya Pemdes Berjo bisa akomodatif dan tepa selira,  karena tuntutan MPB itu sederhana dan manusiawi. Namun jika Pemdes Berjo tetap tidak merespon maka kasus dugaan penyerobotan tanah itu akan dibawa kepada gugatan hukum.

Sementara itu menghadapi tudingan penyerobotan 14 bidang tanah warga selama  11 tahun untuk digunakan akses jalan masuk objek wisata air terjun Jumog, Pemdes Berjo justru geram dan gantian mengancam akan melaporkan dugaan kasus penipuan kepada pihak yang mengklaim telah mewakafkan.

Baca Juga :  Tak Kuat Nanjak, Truk Bermuatan Pakan Ayam Asal Sidoarjo Jatim Terguling di Kalibagor Jumantono

“Kami memiliki dokumen resmi tentang fakta otentik serta saksi perihal sejarah tanah wakaf untuk akses jalan wisata tersebut,  sehingga yang mengklaim wakaf itu tidak berhak karena mereka bukan pemilik tanah dan pelaku wakaf,” ungkap Tokoh Desa Berjo Agung Sutrisno (50) yang juga turut mendirikan BumDes Berjo.

Agung Sutrisno meminta kepada sejumlah warga agar jangan membuat keruh Desa Berjo yang harum namanya setelah dikenal sebagai desa kaya dengan PAD sebesar Rp 8 milliar per tahun.

Baca Juga :  Ketat, Penjagaan Pilkades Antar Waktu (PAW) Baturan, Colomadu. Tiga Calon Bertarung Seru

Justru sebaliknya ia meminta warga untuk support Pemdes Berjo yang sudah peduli dengan rakyatnya melalui program sosial termasuk bantuan RT sebesar Rp 500 juta.

“Prinsipnya tegas wakaf tanah itu selesai sejak tahun 2010 sehingga lucu jika sekarang disoal apalagi oleh sejumlah orang yang notabene bukan pemilik tanah dan pelaku wakaf,” ujar Agung Sutrisno.

Meski demikian Agung juga siap menggugat dugaan penipuan kepada mereka yang mengaku-aku sebagai pemilik tanah dan bukan pelaku wakaf. Beni Indra

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua