JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Produksi Lele di Boyolali Bakal Dikembangkan untuk Produk Farmasi

Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Sakti Wahyu Trenggono saat kunjungan ke Kampung Lele, Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit, Boyolali, Kamis (27/1/2022) / Foto: Waskita

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM Ketahanan pangan harus terus dijaga. Baik kebutuhan karbohidrat, lemak maupun protein yang bisa didapat dari ikan.

Hal itu dikemukakan Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Sakti Wahyu Trenggono saat kunjungan ke Kampung Lele, Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit, Kamis (27/1/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti juga melihat langsung budidaya lele dan cacing sutra di Kampung Lele. Turut mendampingi Bupati Boyolali, M Said Hidayat dan Wakil Bupati, Wahyu Irawan serta Ketua DPRD Boyolali, Marsono.

Sakti juga melihat proses memasak produk dàsar lele. Mulai dari abon, bakso, nuget, keripik dan aneka masakan lainnya.

Baca Juga :  Vaksinasi PMK di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Boyolali, Petugas Ikut Berlari-lari Kejar Sapi yang Kabur

Dia juga mencicip hasil olahan warga Kampung Lele yang berpotensi di pasarkan hingga luar negeri.

“Saya datang ke kampung kelahiran saya di Boyolali. Saya ingin melihat budidaya perikanan sektor air tawar, yakni lele,” katanya.

Dijelaskan, perikanan lele memiliki prospek yang bagus. Pasalnya, untuk satu kg lele bisa untung bersih hingga Rp 3.700 /kg. Jika produksi bisa dinaikkan, maka keuntungan bersih pun semakin tinggi pula.

“Kalau produksi saat ini 500 – 600 ton/ bulan bisa ditingkatkan jadi 1 juta ton/ bulan maka keuntungan mencapai Rp 3,7 triliun,” katanya.

Saat ini, budidaya ikan tawar memang masih dilingkup konsumsi. Padahal turunan produk berbahan dasar ikan ini bisa dikembangkan untuk farmasi dan lainnya. Maka dia juga akan menggandeng badan riset untuk melakukan riset lebih mendalam.

Baca Juga :  Satu Lagi JCH Embarkasi Solo Meninggal Dunia di Tanah Suci

“Kami akan all out, kami bantu pemasaran dan pasarnya. Maka akan ada pendampingan dari awal sampai keluar. Lalu akan kami ukur tingkat kesejahteraan para pembudidaya lele. Yang sudah bagus kita tingkatkan lagi produktivitasnya. Sehingga Kampung Lele Boyolali bisa menjadi percontohan di Indonesia.”

Kementerian juga memberikan bantuan motor pengangkut, eksvakator, obat-obatan dan pendukung produksi lainnya. Masyarakat juga didorong agar bisa mengupayakan pakan mandiri. Sehingga produktivitas panen lele meningkat. Waskita

Bagi Halaman