JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Rela Impor Tanah, Perjuangan Keras SMPN 1 Sukodono Sragen Akhirnya Raih Adiwiyata Nasional. Alumni Sampai Kaget Sekolahnya Dulu Gersang Kini Berubah Hijau Menawan

Taman Go Green dengan tebing dan air yang indah menghiasi halaman depan SMPN 1 Sukodono Sragen. Kasek Suharsono saat berpose seusai mendapat penghargaan Adiwiyata Nasional tahun 2021 yang dipaparkan di HUT ke-54 SMP tersebut, Rabu (19/1/2022). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Perjuangan tak akan pernah mengkhianati hasil. Begitulah ungkapan yang pas untuk menggambarkan apa yang dilakukan manajemen SMPN 1 Sukodono Sragen.

Berkat kekompakan dan tekad keras semua warga sekolah, penghargaan pun akhirnya datang.

Tak hanya itu, upaya keras semua elemen pun mampu mengubah wajah sekolah di belahan Utara Sragen yang dulunya gersang itu kini berubah menjadi hijau dan rindang.

Ya, SMPN yang dipimpin Kasek Suharsono itu membuat lesatan mengesankan dengan meraih penghargaan Adiwiyata nasional.

Sebuah penghargaan cukup prestisius di bidang lingkungan untuk sekolah yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Penghargaan tersebut makin istimewa karena hadir tepat di usia sekolah yang menginjak 54 tahun. Pencapaian itu menjadi salah satu keberhasilan yang diangkat pada peringatan HUT ke-54 SMPN itu, Rabu (19/1/2022).

“Syukur Alhamdulillah. Di HUT ke-54 ini, sekolah kami mendapat hadiah besar, penghargaan tingkat nasional Adiwiyata. Ini sangat berarti karena sudah dirindukan sejak beberapa tahun lampau, baru bisa terwujud saat ini,” papar Suharsono di sela HUT.

Kepala SMPN 1 Sukodono, Suharsono saat menunjukkan salah satu penghargaan Adiwiyata yang diterima di sekolahnya. Foto/Wardoyo

Suharsono menguraikan pencapaian itu memang tidak hadir begitu saja. Berbagai upaya keras telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.

Baca Juga :  Taklukkan Tim PKC, Regu Tenis Polres Sragen Juarai Bhayangkara Cup 2022. Jadi Kebangkitan Usai 2 Tahun Pandemi

Mimpi besar itu diawali dari merintis program pemberdayaan, kemudian menggerakkan kepedulian semua lini keluarga besar sekolah terhadap lingkungan.

Lantas ada pengadaan pengolahan limbah sampah menjadi pupuk, pembuatan green house dan pembibitan yang dirintis untuk mereduksi sampah serta mendukung penghijauan di sekolah.

“Semua lini kita ajak peduli dengan sanitasi air, daur ulang sampah dan menanam pohon. Itu kuncinya dan Alhamdulillah semua di sini kompak. Lalu seminggu sekali kita gerakkan Skoda (SMPN 1 Sukodono peduli). Mereka kita ajak keliling untuk bersih-bersih lingkungan sekolah dan sekitar,” jelasnya.

Bahkan untuk mengatasi tanah sekolah yang gersang, pihak sekolah sampai rela impor tanah dari wilayah lain sesuai karakter tanamannya.

Seperti mendatangkan tanah dari daerah selatan untuk menanam alpukat dan tumbuhan keras lainnya. Hal itu terpaksa dilakukan lantaran karakter lahan di lingkungan sekolah memang tak ramah tanaman.

“Tanah di sekolah kami memang sangat gersang dan tandus. Nggak bisa ditanami apa-apa. Makanya kalau nggak impor tanah, nggak akan bisa lihat tanaman. Kita impor tanah itu sejak 2019, kita genjot terus di 2020 dan akhirnya berhasil di 2021. Dulu wajah sekolah ini seperti tumpukan batu Padas, sekarang sudah banyak pepohonan dan tanaman. Sekarang banyak alumni kalau ke sekolah pada kaget karena berubah hijau dan indah,” tandas Suharsono.

Baca Juga :  Tanggapi Hasan Nasbi, Pengusaha Beras Nasional Asal Sragen Berani Taruhan Range Rover untuk Anies. "Tanggung Kalau Hanya Alphard!"

Dulu Gersang Kini Hijau Menawan

Wakasek SMPN 1 Sukodono, S. Jadi menyampaikan raihan penghargaan Adiwiyata Nasional itu menjadi pencapaian terbesar sekolah dan memberi kebanggaan semua warga sekolah.

Para guru terbaik yang menerima penghargaan di HUT ke-54 SMPN 1 Sukodono. Foto/Wardoyo

Salah satu alumni sukses yang diundang untuk hadir di HUT, Eka Prihatiningsih (23) mengaku kaget melihat perubahan besar di sekolahnya itu.

Alumni tahun 2013 yang kini menjadi seniwati atau pesinden dan tengah naik daun itu tak menyangka kondisi sekolahnya yang dulu sangat gersang kini berubah total menjadi hijau dan banyak pepohonan.

“Kami ikut senang, sekarang SmPN 1 Sukodono maju pesat sekali dan sudah menyandang gelar sekolah Adiwiyata Nasional. Karena dulu waktu saya sekolah keadaannya gersang, sekarang sudah hijau dan indah. Semoga bisa melanjutkan ke Adiwiyata Mandiri, siswanya lebih cerdas, kreatif, inovatif dan berwawasan lingkungan,” ucap sinden yang tenar dengan julukan Eka Uget-Uget itu. Wardoyo

Bagi Halaman