JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Suksesi Mangkunegaran: Konflik Paundra dengan Bhre Meruncing, Roy Bisa Jadi Calon Alternatif

Menanggapi lontaran tajam Gusti Paundra yang ditulis Gusti Paundra di instagram pribadinya @gphpaundra1, diakui Surojo

mengagetkan sejumlah kalangan. Paundra menilai Bhre Cakrahutomo adalah boneka ibunya ( GKP Prisca Marina-Red).

Paundra juga menyebut dirinya adalah putra tertua dari Mangkunegara IX. Paundra menilai ibu tirinya yang notabene permaisuri Mangkunegara IX, Prisca Marina dianggap ingin terus berkuasa. Hal itu  tersirat ada problem yang lebih besar muncul  di Pura Mangkunegaran.

“Ternyata problem di Pura Mangkunegaran layaknya gunung es. Selain adanya keterpurukan  ekonomi menyusul diambil alihnya dua pabrik gula milik Mangkunegaran yang menguntungkan yakni Pabrik Gula (PG) Tasikmadu dan P.G Colomadu, sumber penghasilan utama Pura Mangkunegaran yang hilang.

Baca Juga :  Ganjar Rajin Sambangi CFD Solo yang Didatangi Ribuan Warga, Kali Ini Ikut Menari dalam Tarian Kolosal Gatot Kaca

Ada juga indikasi ketidakharmonisan putra Mangkunegara IX dari istri Sukmawati yakni Gusti Paundra dan adiknya Gusti Menur yang berseberangan dengan ibu tirinya yang berstatus prameswari yakni GKP Prisca Marina dengan putranya Gusti Bhre dan adiknya Gusti Ancilla Sura.

Surojo sejarawan pegiat budaya menyarankan kalau konflik terus meruncing antara kubu Paundra melawan kubu Bhre. Maka jalan tengah pilih calon yang tidak terlibat pusaran konflik yakni Kanjeng Roy Rahajasa.

Memilih pengageng Pura Mangkunegaran di era milenial sekarang ini problemnya lebih complicated alias lebih rumit. Meski juga bisa dibuat mudah bila sosok kandidat Adipati Mangkunegaran menguasai masalah. “Dan dapat melakukan telaah manajemen prioritas untuk menyelesaikan masalah yang kini dihadapi seluruh kerabat Mangkunegaran,” katanya.

Baca Juga :  Perluas Peluang Masyarakat Tempuh Pendidikan Tinggi, UT Surakarta Ikuti Edufest Expo Di Solo Paragon

Kehadiran Roy yang dikenal ahli ekonomi bisa diibaratkan saat pemerintahan Mangkunegoro V. Di mana saat itu perekonomian Mangkunegaran terpuruk banyak berhutang ke berbagai pihak.

Akhirnya Mangkunegoro V digantikan oleh adiknya yang dikenal ahli manajerial perekonomian dan militer  yakni GRM Suyitno yang akhirnya bergelar KGPAA Mangkunegoro VI.

Di bawah kendali Mangkunegoro VI situasi perekonomian Pura Mangkunegaran yang sempat terpuruk bangkit lagi. Bahkan hutang-hutang yang sempat menggunung akhirnya dilunasi.(ASA)

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua