JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Umrah Sudah Boleh, Lantas Kapan Ibadah Haji ke Tanah Suci Dibuka?

Haji
Musda IPHI Wonogiri. Dok. Panitia

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Beberapa waktu lalu umrah ke Tanah Suci sudah diperbolehkan. Lantas bagaimana dengan ibadah haji, kapan ada pemberangkatan jamaah?

Ketika pertanyaan banyak melintas di benak banyak orang itu dikonfirmasikan ke pihak Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wonogiri dijumpai fakta-fakta berikut ini. Ternyata pemberangkatan calon jamaah haji si tahun ini masih belum pasti.

Namun demikian, animo masyarakat untuk mendaftar haji tetap ada.

Kepala Kemenag Wonogiri Anif Solikhin mengatakan beberapa waktu lalu umrah memang sudah diperbolehkan meski harus dengan berbagai pembatasan. Namun untuk keberangkatan haji di tahun ini masih belum pasti.

“Memang di tahun ini masih belum pasti. Tapi kita optimis di tahun ini bisa ada pemberangkatan. Sebab umrah sudah bisa jalan, harapannya nanti haji juga bisa jalan,” terang Anif di ruang kerjanya Kamis (20/1/2022).

Dua tahun belakangan ini, tidak ada pemberangkatan jamaah haji dari Indonesia akibat adanya pageblug Corona. Anif menerangkan, di tahun lalu hanya ekspatriat saja yang diizinkan oleh Arab Saudi mengikuti ibadah haji selain warga mereka sendiri. Itupun dengan pembatasan jumlah.

Baca Juga :  Wajib Tahu, Begini Cara Badal Haji yang Benar Plus Panduan dan Tahapan Badal Haji Resmi

Meski di tengah ketidakjelasan pemberangkatan haji di tahun ini, tetap ada warga muslim yang ingin menjalankan rukun Islam kelima itu. Berdasarkan data Kemenag Wonogiri, di awal tahun ini sudah ada 79 pendaftar haji. Sementara di tahun 2021 lalu tercatat ada 395 pendaftar dan di tahun 2020 ada 629 pendaftar.

“Animo masyarakat yang ingin mendaftar haji memang tetap ada. Meski pandemi tetap ada pendaftarnya. Karena memang niatnya untuk beribadah,” ujar Anif.

Dia menerangkan, di Jawa Tengah, calon jemaah haji yang mendaftar memiliki waktu antrean sekitar 30 tahun. Kuota per kota atau kabupaten di Jawa Tengah juga tidak dibagi. Dalam kondisi normal alias sebelum pandemi, kuota haji di Jawa Tengah sekitar 30 ribu jamaah.

Baca Juga :  Warga Desa Bulusulur Kecamatan Wonogiri Terima Pelatihan Digital Marketing, Diajari Cari Uang dengan Duit

Lebih jauh, Anif menuturkan jumlah pendaftar haji dari Kota Sukses tak sebanyak daerah lain se eks Karesidenan Surakarta. Meski begitu, beberapa waktu lalu ada rombongan warga yang mendaftar bersama-sama untuk berangkat haji.

“Beberapa hari lalu dalam satu hari ada 52 orang yang daftar. Rombongan dari Kecamatan Purwantoro,” kata dia.

Menurut Anif, bagi warga yang sebenarnya sudah memiliki niat dan uang untuk berangkat haji sebaiknya bisa segera mendaftar, tak perlu menunggu teman-temannya. Meski begitu, kemungkinan rombongan itu kemungkinan bakal berangkat ibadah bersama, sekitar 30 tahun lagi jika hitung-hitungan kondisi normal.

Dari informasi yang didapatnya, ada terobosan yang dilakukan Arab Saudi dengan perluasan area Masjidil Haram dan juga Mina (bangunan ditingkat). Dengan begitu, jamaah haji yang melakukan ibadah jumlahnya bisa lebih banyak.

“Kalau jumlah jamaahnya bisa lebih banyak, ada potensi juga pemberangkatan haji bisa lebih cepat,” kata Anif. Aris

Bagi Halaman