JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Vaksinasi Massal BIN Jateng di SBI Kroyo Sragen, Anak-anak Ngaku Kayak Digigit Semut, Kasek Mimpikan Pembelajaran Segera Normal

Sejumlah siswa SBI Kroyo, Karangmalang, Sragen, saat mengikuti vaksinasi massal dari BIN Daerah Jateng, Jumat (21/1/2022). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sedikitnya 300 siswa di SBI Kroyo, Karangmalang, Sragen antusias mengikuti vaksinasi massal dosis kedua yang digelar badan intelijen daerah (BINda) Jawa Tengah, Jumat (21/1/2022).

Mereka sangat antusias meski ada beberapa anak sempat ketakutan Seperti Hafidz misalnya. Siswa asal Mageru, Sragen, mengaku tak merasakan sakit saat disuntik vaksinasi kedua ini.

“Tadi persiapannya sarapan dulu pakai ayam. Saya nggak takut dan tadi nggak sakit. Rasanya kayak gigit semut,” ujarnya yang hadir didampingi ayahnya.

Senada, Renata, siswi kelas V juga mengaku tidak takut menghadapi vaksinasi dosis kedua. Ditemani ibunya, ia mengaku tidak merasakan sakit namun justru malah senang sudah divaksin kedua.

“Nggak takut. Tadi sarapan pakai sayur bayam. Senang sesudah divaksin, biar sehat,” ucapnya sumringah.

Kepala SBI Kroyo Karangmalang, Didik Prihantoro mengatakan jumlah siswa yang divaksin dosis kedua ada 300 anak. Sebagian memang tidak bisa hadir karena berhalangan dan sakit.

Didik Prihantoro. Foto/Wardoyo

Ia mengapresiasi tingginya animo siswa dan orangtua untuk mendampingi vaksinasi dosis kedua hari ini.

Dengan sudah menuntaskan dosis kedua, besar harapannya agar pembelajaran tatap muka di sekolah bisa berjalan normal seperti sedia kala.

Baca Juga :  Dukung Karawitan Sragenan Masuk Kurikulum Sekolah, Sriyanto Saputro Berharap Bisa Go Internasional

“Selama ini sudah pembelajaran tatap muka 100 persen tapi masih terbatas. Durasinya dibatasi hanya 3,5 jam setiap harinya. Padahal normalnya kita masuk 6 jam mulai jam 07.00 WIB pulangnya jam 13.00 WIB,” paparnya.

Didik menguraikan selama PTM terbatas ini, siswa dimasukkan dalam dua sesi. Siswa kecil kelas 1 sampai 3 dimasukkan jam 07.00 sedangkan kelas besar 4 sampai 6 masuk pukul 07.30 WIB.

Jeda 30 menit masuk dimaksudkan untuk mencegah adanya kerumunan. Meski saat pembelajaran daring relatif tidak terkendala karena sarana prasarana di sekolahnya cukup memadai, namun tetap tidak bisa menggantikan peran pembelajaran tatap muka secara normal di sekolah.

“Apapun alasannya, belajar daring dan PTM terbatas itu tidak bisa semaksimal kalau PTM normal tatap muka seperti biasa. Pendidikan karakter, sopan santun sangat penting dan itu hanya didapat ketika tatap muka. Saat ini PTM normal memang sudah lama menjadi impian sekolah, anak dan orangtua. Mudah-mudahan dengan sudah divaksin satu dua ini segera nanti pembelajaran berjalan normal,” pungkasnya.

Cegah Varian Baru 

Kabinda Jateng, Brigjen TNI Sondi Siswanto mengatakan vaksinasi anak hari ini dari BIN Jateng menyasar 3.100 anak di 3 kabupaten salah satunya Sragen.

Baca Juga :  Keluarga dan Korban Masih Bungkam, Polres Sragen Tes DNA Orang-Orang yang Dicurigai Hamili Siswi SMP di Jenar. Siap-Siap Saja!

Menurutnya vaksinasi sangat diperlukan mengingat anak juga rentan tertular virus corona. Dukungan orang tua dan seluruh pihak seperti guru sangat diperlukan untuk suksesnya pelaksanaan vaksinasi anak dan pelajar usia 6-11 tahun.

“Kami berharap orang tua siswa semakin memahami pentingnya vaksinasi untuk anak mereka ditengah pandemi saat ini.
Upaya vaksinasi yang dilaksanakan Binda Jateng agar varian baru covid 19 tidak menyebar di Jateng sehingga dilaksanakan percepatan vaksinasi Covid19,” paparnya, Jumat (21/1/2022).

Tondi menyampaikan gerakan vaksinasi massal dari Binda itu bertujuan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity.

Sehingga masyarakat tahan terhadap virus covid 19 yang terus bermutasi.
Meskipun sudah divaksin, pihaknya berharap agar masyarakat serta siswa maupun anak tetap menjaga protokol kesehatan.

“Pelajar dan masyarakat yang telah divaksin, yaitu diminta tetap menggunakan masker setiap melakukan aktivitas, mencuci tangan dan menjaga jarak. Kami berharap tidak terjadi lonjakan covid terutama pasca masuknya varian baru di Indonesia,” tandas Brigjen Tondi. Wardoyo

Bagi Halaman