JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Alhamdulillah Mulai Melandai, Kasus Covid-19 Sragen Hari Ini Cuma Tambah 46 Positif, Tidak Ada Warga Meninggal Dunia

Ilustrasi petugas Puskesmas saat melakukan swab ulang kepada warga Jurangjero, Karangmalang yang menjalani isolasi mandiri di rumah bersama 3 anaknya yang semua positif terkonfirmasi Covid-19 klaster keluarga. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus covid-19 di Sragen terus menunjukkan penambahan meski trennya mulai menurun.

Hingga Senin (28/2/2022), jumlah kasus covid-19 hanya bertambah 46 kasus dalam sehari.

Jumlah itu sedikit menurun di banding sepekan sebelumnya di mana tambahan kasus harian rata-rata di atas 100 kasus per hari.

Berdasarkan data terbaru covid-19 yang dilansir website resmi corona.sragenkab.go.id, hingga Senin (28/2/2022), jumlah tambahan kasus baru tercatat sebanyak 46 positif.

Sementara jumlah kasus positif aktif tercatat masih 351 orang. Terdiri dari 192 orang tanpa gejala dan 159 dalam perawatan atau simptomatis.

Baca Juga :  Warga Gemolong Resah Ada Mobil Sedot WC Sering Buang Kotoran Tinja di Jalanan dan Sungai. Pemkab Didesak Cabut Izin dan Sita Armada!

Kemudian jumlah total kasus sejak awal pandemi mencapai 18.117 orang.

Dari jumlah itu, 16.350 pasien dinyatakan sudah sembuh. Kemudian ada 1.416 pasien positif yang meninggal dunia.

Kenaikan kasus positif dalam beberapa waktu terakhir salah satunya dipengaruhi karena gencarnya tracing yang dilakukan terhadap kontak erat dari temuan kasus positif.

“Setiap satu temuan kasus positif, kita langsung tindaklanjuti dengan tracing minimal 20 sampai 30 orang di lingkungannya yang kontak erat,” papar Kepala DKK, Hargiyanto.

Baca Juga :  Bursa Sekda Sragen, Ranking 1 Ternyata Belum Jaminan Langsung Jadi. Ini Syarat Penentu yang Harus Dipenuhi!

Meningkatnya angka positif harian di Sragen itu juga tak lepas dari cepatnya penyebaran. Mayoritas kasus positif yang ditemukan adalah klaster keluarga.

Meski demikian, ia menyampaikan dari tambahan kasus harian yang terjadi, mayoritas berkondisi tanpa gejala alias asimptomatis.

Atas kondisi itu, pihaknya menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga Prokes. Yakni dengan menjaga jarak, pakai masker, cuci tangan, mengindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Kalau yang meninggal biasanya ada komorbid atau penyakit penyerta,” imbuhnya. Wardoyo

Bagi Halaman
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com