SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM —Mulai Hari Senin ini, 15 Pebruari 2022 sekolah-sekolah di Solo, diperbolehkan untuk menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM). Akan tetapi dengan catatan sekolah tersebut tidak ada kasus aktif covid 19 atau sedang menjalankan tracing.
Dikatakan Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka, dirinya sudah memberikan intruksi kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk membuat Surat Edaran (SE) terkait PTM.
“Pokoknya seminggu sudah kita evaluasi adanya kenaikan kasus juga sudah kita pantau juga. Yang jelas kita tidak ingin memaksa orang tua murid, kalau pengen datang ke sekolah silahkan. Kalau masih takut ya PJJ, PJJ juga tidak dianggap absen. Kita kembalikan lagi ke orang tua murid,” ungkap Gibran.
Sementara itu, diterangkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo, Etty Retnowati, dalam Surat Edaran (SE) terbaru ini sekolah harus memfasilitasi PJJ dan PTM.
“Sekolah harus memfasilitasi dua-duanya, nanti sekolah tinggal meninjau kembali persetujuan orang tua. Edaran juga sudah kita sampaikan. Hari ini kita data bagi sekolah-sekolah yang tidak ada yang terpapar, Senin sudah bisa PTM,” terangnya.
Etty, lanjut menerangkan sudah hampir semua sekolah dapat melaksanakan ptm. Akan tetapi masih ada beberapa yang masih melakukan tracing.
“Yang masih tracing SMP 10 sama SMP 14. Hari ini saya minta pengawas sekolah untuk melaporkan kondisi sekolahnya masing masing,” ucap Etty.
Dalam PTM yang kembali dilaksanakan Senin, Etty menjelaskan prokes dilakukan dengan sangat ketat. “Tetap harus prokes berarti jarak 1 meter harus dicukupi, gak boleh dilanggar. Kalau ruangnya luas bisa 28 siswa masuk, tapi kalau ga bisa ya separo. Menyulitkan sebenarnya, tapi karena harus seperti itu dan kita harus memfasilitasi ya mau tidak mau,” paparnya.
Selain itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo tersebut menghimbau agar prokes di luar lingkungan sekolah tetap diperhatikan. “Kalau di luar lingkungan sekolah sama rumah gak prokes ini yang kita khawatirkan sebenarnya. Kalau di sekolah dengan bapak ibu guru gak masalah, tapi kan kalau di rumah itu tanggung jawab orang tua ini yang kita minta mohon ada sinergi antara sekolah dengan orang tua dan masyarakat disitu.
Mereka juga ikut melakukan pengawasan lah. Kalau main-main bisa mungkin diingatkan,” pungkasnya. (Ando)
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















