Beranda Edukasi Kesehatan Ini 4 Kriteria Orang Dikatakan Memiliki Jiwa Sehat

Ini 4 Kriteria Orang Dikatakan Memiliki Jiwa Sehat

Ilustrasi sehat / tribunnewes

JOGLOSEMARNEWS.COM Berkualitas tidaknya kehidupan seseorang, tergantung pada bagaimana dia mengelola hidupnya sendiri di tengah kehidupan di keluarga dan masyarakat.

Kualitas hidup seseorang sangat dipengaruhi oleh kesehatan jiwanya. Di mana ada badan sehat, jiwa sehat, maka kualitas hidup seseorang setidaknya dapat terpenuhi.

Bagaimana seseorang dikatakan sehat, World Health Organization (WHO) memiliki empat kriteria yang harus dipenuhi.

Pertama, seseorang harus bisa mengenali kekeurangan dan kelebihan pada dirinya sendiri.

Kedua, seseorang dapat mengatasi masalah atau konflik dalam hidupnya.

Tidak harus menyelesaikan masalah secara langsung, namaun yang bersangkutan mempunyai kesadaran akan dirinya, mampu atau tidak menyelesaikan masalah itu.

Ketiga adalah seseorang mampu berlaku produktif, dimana bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain.

Terakhir, seseorang mempunyai peran aktif dalam komunitas dan lingkungannya.

Dokter spesialis kesehatan jiwa dari RSA UGM dr. Tika Prasetiawati mengatakan, jika satu kriteria tidak dipenuhi, maka orang tersebut dapat dikategorikan sebagai orang dengan masalah kejiwaaan.

“Jadi empat komponen itu harus terpenuhi semua,” tutur dokter Tika dikutip dari webinar World Mental Health Day yang diadakan rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Untuk itu penting dalam memahami konsep kesehatan jiwa.

Orang dengan masalah kejiwaan berbeda dengan orang gangguan jiwa.

Tika menjelaskan, bahwa orang dengan masalah kejiwaan adalah orang yang sedang berada dalam kondisi rentan mengalami gangguan jiwa.

Misalnya orang-orang yang mengalami penyakit kronis, rentan mengalami depresi, cemas, dan stres karena penyakitnya.

Sementara orang gangguan jiwa adalah orang yang memiliki gangguan pikir, perasaan, serta perilakunya.

Begitu juga dengan orang cemas karena kecemasan seorang ibu tidak bisa pergi belanja untuk memenuhi kebutuhannya kepasar karena cemas atau takut sama orang. Nah kalau keadaan tersebut dialami dan sudah mengurangi kualitas hidup, itu dikatakan gangguan jiwa,” jelas dokter Tika.   Selvia Safitri

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.