JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Makin Ramai, Kursi DPRD Sragen Bakal Tambah Jadi 50. Simak Proyeksi Terbaru Sebaran Dapil Pileg 2024 dan Tambahan 5 Kursi Versi KPU!

“Untuk proyeksi penataan dan sebaran tambahan kursi juga sudah kita petakan. Dasar pertimbangannya mengacu pada UU dan PKPU yakni ada 7 prinsip. Hasilnya 5 kursi tambahan nantinya akan tersebar di 5 Dapil masing-masing tambah satu kursi. Kecuali Dapil 3 (Miri, Tanon, Sumberlawang),” urainya.

Jika tidak ada perubahan, maka jumlah kursi dapil 1 akan menjadi 11, Dapil 2 menjadi 8 kursi, Dapil 3 tetap 7 kursi, Dapil 4 naik jadi 8 kursi. Lantas Dapil 5 dan 6 juga akan bertambah masing-masing jadi 7 dan 9 kursi.

Pemetaan itu salah satunya dihitung berdasarkan pertambahan jumlah penduduk dibagi jumlah kursi yang tersedia, kesetaraan nilai kursi, proporsionalitas, hingga kesinambungan wilayah di dalam Dapil.

Meski demikian, ia menekankan proyeksi itu masih bersifat sementara. Keputusan akhir nantinya masih tergantung data jumlah penduduk terbaru berdasarkan data agregat kependudukan per kecamatan (DAK) 2 yang diterbitkan oleh Kemendagri.

Baca Juga :  Berikut Daftar Harga Durian Desa Gempolan, Kerjo, Karanganyar, Harga Bersahabat!!

Setelah turun DAK 2, nantinya akan diolah lagi dengan mendasarkan aturan PKPU dan UU baru kemudian ditetapkan final peta Dapil dan sebaran kursinya.

“Nanti tahapan penataan dan penetapan dapil DAK dijadwalkan Oktober 2022. Proyeksi sebaran kursi itu pun masih berpotensi berubah tergantung nanti dinamika pertambahan penduduk di setiap kecamatan dan Dapil,” jelasnya.

Melalui Proses Uji Publik

Sementara, Suwarsono menambahkan proyeksi peta Dapil dan sebaran kursi itu masih bersifat perhitungan sementara.

Mengingat dinamika kependudukan yang bisa berubah setiap bulan dan tahun, perubahan juga masih berpeluang terjadi.

“Kemudian mengacu UU, batasan jumlah kursi setiap Dapil itu minimal 3 kursi maksimal 12 kursi. Kalau penyebarannya masih dinamis nanti sesuai pertambangan proporsional penduduk di masing-masing Dapil. Nanti setelah data DAK 2 turun, kita olah lagi, hasilnya nanti akan kita uji publik juga dengan peserta pemilu. Skema yang ditetapkan nanti juga diusulkan ke KPU RI,” tandasnya.

Baca Juga :  Parah, Pak Bayan di Sragen Jadi Penadah Motor Curian. Terancam 4 Tahun Mendekam di Bui

Selain DKB dari Dispendukcapil, KPU sendiri juga memiliki data penduduk berkelanjutan yang di-update setiap bulan.

Data itu dimaksudkan untuk mengetahui perubahan jumlah penduduk dan daftar calon pemilih sehingga bisa terkontrol oleh masyarakat setiap saat.

“Setiap bulan kita rekap berapa warga yang meninggal, berapa jumlah penduduk pria dan wanita. Sehingga kita tahu dinamikanya. Tidak dadakan seperti dulu-dulu ketika akan ada pilihan data baru di-update,” tandasnya. Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com