JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sebelum Tewas Kecelakaan, Agus Ternyata Sempat Buat Video Menyanyi. Lagunya Ada Kalimat Aku Titipkan Lanjutkan Perjuangan, Sudah Firasat?

Sopir bajaj tersebut diduga nekat menerobos perlintasan saat kereta api hendak melintas. Ironisnya, sopir bajaj bernomor plat B-2640-VN justru dilaporkan berhasil selamat.

Data di lokasi kejadian menyebutkan, Johan (42) sang penjaga perlintasan sebidang mengatakan, lalu lintas saat kejadian sebenarnya ramai lancar.

Kecelakaan bermula ketika bajaj berwarna biru B-2640-VN berpenumpang 2 orang itu melaju dari arah Bulak Kapal menuju Perumnas 3 Bekasi Timur.

Pada saat bersamaan kereta api Argo dari arah Jakarta menuju Jabar itu kemudian melintas. Karena jarak sangat dekat, kereta tanpa ampun menabrak bajaj tersebut.

Baca Juga :  Breaking News: Satu Napi Kabur dari Lapas Sragen Berhasil Ditangkap di Jakarta. Bernama Agus Suparmin

“Sudah (diperingatin), sudah pada berhenti motor semua, dia (bajaj) nerobos dari pinggir,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kondisi angkutan bajaj berisi penumpang dua orang bejenis kelamin laki-laki dan membawa barang berupa logistik karangan bunga.

“Dua yang mati, laki-laki semua langsung mati pas ketabrak,” ujarnya.

Pengurus lingkungan setempat Ahmadin Amin mengatakan, korban dua orang penumpang langsung dievakuasi. Sedangkan sopir bajaj dilaporkan selamat.

Sopir bajaj itu kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Sentosa Bekasi Timur.

“Sopir selamat luka dibawa ke Sentosa (Rumah Sakit), penumpang dua orang tewas laki-laki semua,” kata Amin.

Baca Juga :  Tundukkan Wakil Kalimantan, Ganda Bulutangkis PWI Surakarta Melaju ke Perempatfinal Bulutangkis Porwanas 2022

Perlintasan sebidang Bulak Kapal merupakan akses lalu lintas ramai, kecelakaan kereta api dengan kendaraan motor maupun mobil kerap terjadi.

Ironisnya, perlintasan sebidang yang ramai lalu lintas kendaraan ini tidak dilengkapi dengan palang pintu sehingga rawan terjadi kecelakaan.

Perlintasan hanya dijaga petugas swasta dari swadaya masyarakat setempat, tidak ada petugas resmi yang memonitor perlintasan tersebut.

Hal itu menimbulkan kerawanan tersendiri lantaran terkadang kedatangan kereta tidak terpantau. (Wardoyo)

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com