Beranda Daerah Sragen Serangan Jantung Mendadak, Petani di Gondang Sragen Langsung Tewas Saat Nyemprot Padi...

Serangan Jantung Mendadak, Petani di Gondang Sragen Langsung Tewas Saat Nyemprot Padi di Sawah

Tim Polsek Gondang dan tim medis saat mengevakuasi jenazah petani di Gondang Sragen yang tewas akibat serangan jantung mendadak di sawah. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Nasib malang menimpa Ngadimin Muhadi Haryono (65), warga Dukuh Tegalrejo RT 8, Desa Gondang, Sragen.

Petani paruh baya itu ditemukan tewas di areal sawahnya saat tengah nyemprot padi. Diduga kuat, korban meregang nyawa akibat serangan jantung mendadak.

Korban ditemukan tergeletak tak bernyawa di sawahnya yang berlokasi di Dukuh Gondang Baru RT 13.

Mayat pria paruh baya itu ditemukan Sabtu (26/3/2022) pagi pukul 07.30 WIB. Saat ditemukan, korban dalam posisi terlentang dengan masih menggendong tangki semprot merek Swan di punggung.

Data yang dihimpun di lapangan, korban diketahui bernama Ngadimin Muhadi Haryono (65), warga Dukuh Tegalrejo RT 8, Desa Gondang, Sragen.

Mayat itu kali pertama diketahui oleh petani tetangga sawah korban yang curiga dengan kondisi korban tergeletak terlentang di areal sawahnya.

Baca Juga :  Selalu Bikin Sial Petani 'Kartu Tani' Resmi Dihapus, Presiden Prabowo Subianto Melalui Wamentan Sudaryono Janjikan Distribusi Lebih Lancar

Setelah itu saksi memberitahu istri korban, Pariyem (62). Selanjutnya istri korban memberitahu warga setempat yang kemudian beramai-ramai mengevakuasi korban.

Saat dicek ternyata kondisi korban sudah meninggal dunia sehingga langsung dibawa ke rumah duka.

Kasi Humas Polres Sragen AKP Suwarso hasil pemeriksaan tim medis dan Inafis Polres, tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban.

Karena keluarga sudah menerima sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi, jenazah korban kemudian diserahkan untuk dilakukan pemakaman.

“Dari keterangan istri korban bahwa korban mempunyai riwayat penyakit jantung serta menderita stroke sebelumnya. Keluarga korban tidak menghendaki dilakukan outopsi dan menerima kejadian itu sebagai musibah sehingga jenazah langsung diserahkan ke keluarga,” tandasnya. Wardoyo