JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Siasati Harga Kedelai, Perajin Tempe dan Tahu di Boyolali  Otak- atik Ukuran

Perajin tempe di Boyolali tengah beraktivitas / Foto: Waskita

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kenaikan harga kedelai membuat pusing perajin tempe dan tahu di Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono, Boyolali.

Mereka pun harus pintar otak- atik ukuran temped an tahu agar tidak merugi.

“Bagaimana lagi, kami tak bisa mempertahankan ukuran lama. Jadi ukuran tempe un diperkecil,” kata Subandi (59) perajin tempe di Dukuh Bantulan Rt 5 Rw 1, Desa Jembungan, Banyudono.

Ditemui wartawan pada Rabu (16/3/2022), dia mengaku sudah menyiapkan beragam ukuran tempe yang diproduksi. Semula dia menjual tempe dengan ukuran panjang 23 cm dan tebal 4 cm dengan harga Rp 2.500/potong.

Itu dilakukan saat harga kedelai masih di bawah Rp 10.000/kg. Belakangan, harga kedelai terus meroket sehingga dia pun terpaksa mengurangi ukuran tempe. Ukuran tempe kini menjadi 17 cm dan ketebalan 3 cm.

Baca Juga :  Pernah Ada Pasar di Pesanggrahan Pracimoharjo Boyolali, Pemdes Paras Bakal Hidupkan Lagi Pasar Itu

“Pasalnya, harga kedelai sudah mencapai Rp 11.900/kg.”

Bahkan, dia sudah menyiapkan ukuran tempe yang lebih kecil lagi. Hal itu dilakukan untuk menyiasati harga kedelai yang terus naik. Bahkan, harga kedelai naik terus setiap hari antara Rp 100- Rp 200/kg.

Biasanya, dia membuat tempe dengan plastik ukuran panjang hingga 2 meter atau 200 cm dan dipotong menjadi 10 potong.

Lalu  panjang tempe dikurangi menjadi hanya 195 cm dan menjadi 10 potong. Kini harga kedelai naik lagi sehingga tempe pun dijadikan 11 potong.

“Untungnya, saya punya stok kedelai hingga 6 ton sehingga masih bisa bertahan dengan ukuran yang ada. Setiap hari saya olah kedelai antara 3,5 kuintal – 4 kuintal.”

Baca Juga :  Konsinyasi Disetujui, Keluarga di Dukuh Klinggen Guwokajen Boyolali Ini Berharap UGR Proyek Tol Solo-Jogja Segera Cair

Kondisi senada diakui, Mardiyanto (49) perajin tahu di dukuh yang sama. Menurutnya, mengurangi ukuran tahu yang diproduksi tak bsia dihindari.

Semula ukuran tahu 5 cm dijual dengan harga Rp 300/potong. Namun karena harga kedelai naik terus, maka ukuran tahu pun diperkecil.

“Sekarang ukuran tahu ukuran 3 cm saja dengan harga tetap.”

Dia pun merasa was- was harga kedelai akan terus mengalami kenaikan. Sebab, jika harga terus naik, maka dia khawatir bakal berhenti produksi. Pasalnya, tidak memungkinkan lagi memperkecil ukuran tahu.

“Mau menaikkan harga, sangat riskan. Ini saja sudah banyak pembeli protes karena ukuran tahu semakin kecil.” Waskita

Bagi Halaman
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com