JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Indonesia Melandai, 2 Varian Omicron Melonjak Lagi di AS

“Perlu dicatat bahwa insiden varian ini tidak terlalu tinggi saat ini. Jadi jumlah total kasus tidak besar saat ini,” tambah Hanage.

Apa pertanda varian baru ini? Setelah beberapa bulan kasus Covid menurun di seluruh negeri, beberapa wilayah mulai melihat kasus meningkat lagi, termasuk New England dan Washington, D.C. Tetapi kenaikan ini tampaknya tidak tergantung pada varian baru ini, kata ahli virus Jeremy Luban di UMass Chan Medical School.

“Di wilayah Boston tempat saya berada, jumlahnya turun, mungkin serendah lima kasus baru per hari per 100.000. Tapi sekarang kasus merangkak naik lagi,” katanya.

“Kami mungkin mulai melihat beberapa varian baru ini di sini sekarang. Tetapi kasus-kasus terus meningkat sebelum mereka ada di sana.”

Baca Juga :  Hujan Lebat Guyur Kota Seoul Hingga Banjir, Pecahkan Rekor 80 Tahun Curah Hujan

Untungnya, katanya, kenaikan ini jauh lebih lambat dan lebih bertahap daripada kenaikan yang diamati dengan varian omicron BA.1 pada bulan Desember, ketika kasus melonjak sangat cepat.

“BA.1 baru saja meledak. Muncul dan mendominasi secara dramatis. Kemudian turun dengan cepat,” kata Luban.

Sebagian besar ilmuwan memperkirakan lonjakan BA.2 – termasuk semua versinya yang berbeda – akan jauh lebih kecil daripada yang diamati dengan BA.1, kata Luban.

Itu karena banyak orang Amerika memiliki kekebalan terhadap varian ini, mengingat sejumlah besar orang yang terpapar virus itu selama gelombang omicron pertama.

Baca Juga :  Keran Ekspor Ukraina Kembali Dibuka, 4 Kapal Muat 170.000 Ton Jagung untuk Dikirim ke Negara Lain

Hampir 50 persen orang Amerika bisa terinfeksi selama musim dingin, Trevor Bedford di University of Washington memperkirakan minggu lalu.

Meskipun BA.2.12.1 mungkin lebih baik dalam menghindari sistem kekebalan daripada varian omicron lainnya, para ilmuwan masih berharap vaksin bekerja dengan baik melawannya, setidaknya dalam hal melindungi orang dari Covid yang parah dan rawat inap.

“Saya relatif optimis bahwa, terlepas dari semua perubahan virus ini, vaksin akan bertahan,” kata Luban.

“Jadi orang yang telah divaksinasi dan dikuatkan tidak akan dirawat di rumah sakit, pada umumnya, kecuali ada beberapa keadaan yang meringankan,” ujarnya.

www.tempo.co

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com