JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Jenazah Petani Korban Setrum Jebakan Tikus Dimakamkan, Kawat Perenggut Nyawa Langsung Digulung

Ia menguraikan perangkap setrum jebakan tikus itu dibuat dan dipasang sendiri oleh korban.

Atas kejadian itu, pihak keluarga menerima sebagai musibah dan tidak menghendaki jenazah korban diotopsi.

“Selanjutnya setelah selesai melakukan pemeriksaan luar dan keluarga korban tidak menuntut otopsi dalam serta sudah menerima dengan ikhlas musibah tersebut, maka petugas menyerahkan jenazah kepada keluarga korban untuk dimakamkan,” terangnya.

PLT Kepala Dinas Pertanian Sragen, Tatag Prabawanto menyampaikan dari keterangan yang diperoleh, sebenarnya larangan dan imbauan untuk tidak memasang setrum jebakan tikus sudah tidak henti dilakukan.

Baca Juga :  Terbongkar Lagi, LPSK Ungkap 2 Kejanggalan dari Bu Putri Sambo!

Termasuk kepada korban, sebenarnya sudah diingatkan oleh Kadus setempat agar tidak memasang perangkap tikus dengan aliran listrik.

“Itu baru dua hari lalu dipasang. Sudah diingatkan oleh Pak Bayan tapi masih nekat,” jelasnya.

Atas kondisi itu, pihaknya kembali mengimbau agar petani menghentikan pemakaian setrum jebakan tikus. Karena bisa membahayakan keselamatan pemasang maupun orang lain.

Baca Juga :  Menguak Misteri Jembatan Sapen yang Dikenal Paling Angker dan Sering Jadi Tempat Bunuh Diri. Benarkah Ada Penunggunya?

Ia justru menyarankan agar petani menggunakan solusi yang aman seperti gropyokan, emposan, serta memberdayakan burung hantu untuk menjaga ekosistem alam.

“Kalau memang butuh bantuan pestisida silakan mengajukan. Berapapun butuhnya kami siapkan,” tandasnya. Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com